TNI Akui Kerahkan Personel ke Jakarta, Tujuan Operasi Belum Dijelaskan

Puspen TNI menyebut penempatan pasukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menjaga keamanan negara. Namun, jumlah personel dan sasaran pengerahan belum diungkap ke publik.

- Penulis

Rabu, 4 November 2026 - 10:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI. Sejumlah prajurit TNI mengikuti apel pasukan dengan mengenakan seragam loreng dan baret hijau. Pengerahan personel TNI ke wilayah DKI Jakarta menjadi perhatian publik pada Selasa (4/11/2026). (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

ILUSTRASI. Sejumlah prajurit TNI mengikuti apel pasukan dengan mengenakan seragam loreng dan baret hijau. Pengerahan personel TNI ke wilayah DKI Jakarta menjadi perhatian publik pada Selasa (4/11/2026). (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

BBI, JAKARTA | Aktivitas pengerahan personel TNI dalam jumlah besar ke wilayah DKI Jakarta pada Selasa (4/11/2026) mendapat penjelasan dari Markas Besar TNI. Institusi militer tersebut memastikan pergerakan pasukan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pertahanan negara.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan, kesiapan personel menjadi bagian dari tanggung jawab institusinya dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut dia, pengerahan pasukan bukan sesuatu yang luar biasa dalam pelaksanaan tugas TNI. Kesiapsiagaan tersebut diperlukan agar prajurit dapat menjalankan mandat negara sesuai ketentuan hukum.

“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku,” kata Nas saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (3/11)

Kendati telah memberikan penjelasan umum, Nas belum membuka informasi lebih jauh mengenai agenda di balik pergerakan personel tersebut. Ia tidak menyebutkan berapa jumlah prajurit yang dikerahkan maupun lokasi penempatan secara terperinci.

Pertanyaan mengenai kemungkinan pengerahan itu berkaitan dengan antisipasi demonstrasi juga belum mendapatkan jawaban. Nas tidak memberikan keterangan saat ditanya soal potensi aksi massa dalam waktu dekat.

BACA JUGA  Kasus Toko Kelontong Memanas, Seribu Warga Madura Bela KMY

Sebelumnya, informasi mengenai mobilisasi personel dari tiga matra TNI ke ibu kota beredar luas. TNI Angkatan Laut (AL) menjadi salah satu unsur yang disebut turut mengirimkan prajurit dalam pergerakan tersebut.

Situasi ini berlangsung ketika perhatian publik juga tertuju pada perkara dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Kasus tersebut menyeret sejumlah perwira tinggi Polri yang kini telah berstatus tersangka.

Tiga jenderal aktif disebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Mereka adalah mantan Kapolri yang kini menjabat Kepala Kantor Staf Presiden, Listyo Sigit Prabowo (LSP), Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution (ASN), serta Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso (EH).

BACA JUGA  KPK Bongkar Dugaan Konflik Kepentingan Rp148 Miliar di BNPB, Adik Kepala Badan Terseret

Adapun satu jenderal lainnya berinisial SU, yakni Irjen Slamet Uliandi, masih ditempatkan sebagai saksi dalam penanganan perkara tersebut.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 258 KUHP dan atau Pasal 332 KUHP Ayat 1 dan 2, serta Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ketiganya saat ini telah menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Mabes Polri. (bn/mh)

Facebook Comments Box

Penulis : Achmad Suhalis

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yusril Pastikan Evaluasi Kasus Penyadapan, Pergantian KSP Belum Dibahas
Dari Sambo hingga Dugaan Penyadapan Presiden, Ini Catatan Kelam Era Listyo Sigit
MA Tunda Konferensi Pers soal Suket Pendidikan Gibran, Salinan Putusan Belum Diterima
KPK Belum Pastikan Jadwal Pemeriksaan Nusron Wahid
Komdigi Bantah Minta Konten Karhutla Dihapus, Meta Akui Ada Pemblokiran
Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Senggol Demonstran
Sembilan Nelayan Raas Ditangkap Otoritas Australia, Pemkab Sumenep Minta Bantuan Kemenlu
Bagaimana Enam Aktivis Bisa Lolos dari Pengawasan Polisi di Bundaran HI?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:02 WIB

TNI Akui Kerahkan Personel ke Jakarta, Tujuan Operasi Belum Dijelaskan

Rabu, 4 November 2026 - 09:26 WIB

Yusril Pastikan Evaluasi Kasus Penyadapan, Pergantian KSP Belum Dibahas

Senin, 2 November 2026 - 19:06 WIB

MA Tunda Konferensi Pers soal Suket Pendidikan Gibran, Salinan Putusan Belum Diterima

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:54 WIB

KPK Belum Pastikan Jadwal Pemeriksaan Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Komdigi Bantah Minta Konten Karhutla Dihapus, Meta Akui Ada Pemblokiran

Berita Terbaru