BBI, SUMENEP | Operasi pemberantasan narkotika di tempat hiburan malam Cafe Mr. Ball, Sumenep, menghasilkan temuan yang kini tengah dikembangkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sebanyak 14 pengunjung dinyatakan positif narkoba berdasarkan pemeriksaan awal. Temuan tersebut terdiri dari 11 laki-laki dan tiga perempuan. Mereka terjaring dalam operasi gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur bersama BNNK Sumenep pada Minggu dini hari, 1 November 2026.
Operasi yang dimulai sekitar pukul 02.00 WIB itu melibatkan 37 personel. Pemeriksaan terhadap pengunjung dilakukan sebagai bagian dari upaya memetakan potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan tempat hiburan malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, bagi BNNK Sumenep, hasil pemeriksaan tersebut bukan akhir dari penanganan kasus. Aparat kini berupaya menelusuri lebih jauh kemungkinan adanya keterkaitan antara para pengunjung yang terindikasi menggunakan narkoba dengan jaringan peredaran narkotika.
Kepala BNNK Sumenep, Kombes Pol. Ferry Sandy Sitepu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di masyarakat.
“Razia narkoba di tempat hiburan malam Mr. Ball itu upaya pengawasan kami terhadap potensi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di masyarakat,” terangnya, Selasa (3/11).
Ferry memastikan proses pendalaman masih berjalan. Kemungkinan adanya jaringan narkotika maupun indikasi lain yang berkaitan dengan temuan tersebut tetap menjadi bagian dari penyelidikan.
Untuk mendukung proses itu, BNNK Sumenep berencana melibatkan Laboratorium Narkotika BNN RI. Keterlibatan laboratorium tersebut diharapkan dapat menunjang pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan penyelidikan.
Menariknya, Mr. Ball bukan kali pertama menjadi sasaran operasi aparat. Pada Selasa dini hari, 20 Oktober 2026, tempat hiburan tersebut juga didatangi tim gabungan Polresta, Denpom TNI, dan BNNK Sumenep.
Razia yang berlangsung sekitar pukul 00.30 WIB itu tidak membuahkan hasil. Ketika petugas tiba, kafe dalam keadaan kosong tanpa pengunjung.
Situasi tersebut sempat memunculkan dugaan adanya kebocoran informasi sebelum razia berlangsung. Meski demikian, dugaan itu belum dapat dipastikan.
Kini, hasil operasi 1 November menjadi perhatian lanjutan BNNK Sumenep. Tidak sekadar mengidentifikasi pengguna, aparat juga berupaya mendapatkan gambaran lebih utuh mengenai kemungkinan aktivitas peredaran narkotika di tempat hiburan malam tersebut.
BNNK Sumenep menegaskan penyelidikan akan terus dilakukan hingga berbagai aspek yang berkaitan dengan temuan itu dapat didalami. (ef/mh)
Penulis : Achmad Suhalis
Editor : El Farhan
Sumber Berita: barubaruini.com














Komentar