BBI, SUMENEP | Antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Gedungan, Jalan Arya Wiraraja, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikeluhkan pengendara.
Di tengah kondisi BBM yang disebut sulit diperoleh, pengisian menggunakan jeriken dalam jumlah besar dinilai membuat pengendara sepeda motor dan mobil harus menunggu lebih lama.
Tony Irmawan (38), salah seorang pengendara sepeda motor, mengatakan kondisi tersebut terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, Pertalite biasanya tersedia pada pagi hari, tetapi antrean sudah memanjang sejak awal operasional pengisian.
Ia menyebut, pada pagi hari petugas SPBU masih terlihat melayani pengisian BBM ke dalam jeriken dalam jumlah besar. Kondisi itu berlangsung bersamaan dengan antrean pengendara yang hendak mengisi bahan bakar untuk beraktivitas.
“Setiap pagi di pom Gedungan selalu ready Pertalite dan banyak yang ngantri sepeda. Sudah kejadian beberapa kali beberapa hari ini, pagi selalu ready, sore pasti sudah tutup,” ujarnya, Jumat (16/10) pagi.
Tony menilai pengisian BBM menggunakan jeriken seharusnya diatur agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat yang datang langsung menggunakan kendaraan. Terlebih, pada pagi hari banyak pengendara yang memiliki keterbatasan waktu karena harus berangkat bekerja.
Ia mengungkapkan, antrean jeriken yang dilayani petugas terlihat mencapai puluhan hingga mendekati seratus jeriken. Sebagian di antaranya, menurut pengamatannya, dibawa menggunakan mobil pikap.
“Saya rasa untuk petugas harus memprioritaskan masyarakat yang mengantri BBM, entah itu pengendara motor ataupun mobil. Namun, pada faktanya petugas lebih memprioritaskan pengantri yang menggunakan jeriken yang katakanlah dia pengepul itu,” katanya.
Menurut Tony, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai boleh atau tidaknya pembelian BBM menggunakan jeriken, melainkan pengaturan waktu pelayanan agar kebutuhan pengendara tidak terabaikan.
Ia memahami bahwa pembelian BBM menggunakan jeriken dapat dilakukan berdasarkan ketentuan dan rekomendasi instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian untuk kebutuhan tertentu.
Meski demikian, ia berharap pengisian tersebut tidak dilakukan pada jam-jam sibuk ketika masyarakat sedang membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas harian.
“Sekalipun ada aturan yang mengatur terkait dengan pengisian BBM yang pakai jeriken itu, kan memang ada Dinas Pertanian mengeluarkan rekomendasi. Cuma ya atur saja waktunya, jangan di waktu jam kerja,” ujarnya.
Tony menambahkan, antrean pada pagi hari berpotensi menghambat masyarakat yang hendak menuju kantor maupun menjalankan pekerjaan lainnya.
Karena itu, ia meminta pengelola SPBU mengevaluasi pola pelayanan, terutama ketika pasokan BBM sedang menjadi perhatian masyarakat.
“Melihat kondisi hari ini karena BBM sangat langka, jadi mohon untuk lebih memprioritaskan pengendara daripada pengepul-pengepul liar,” tuturnya.
Ia berharap manajemen SPBU Gedungan dapat menata jadwal pengisian jeriken dan pelayanan kendaraan secara lebih proporsional.
Dengan demikian, kebutuhan masyarakat yang membeli BBM untuk penggunaan langsung dapat terlayani tanpa harus menghadapi antrean panjang akibat pengisian dalam jumlah besar.
Hingga berita ini disusun, keluhan tersebut merupakan keterangan dari pengendara. Belum ada keterangan dari pihak manajemen SPBU Gedungan mengenai pengaturan pelayanan, jumlah pembelian menggunakan jeriken, maupun mekanisme prioritas pengisian BBM. (ef/mh)
Penulis : Galang Martin
Editor : El Farhan
Sumber Berita: barubaruini.com














Komentar