Antrean Jeriken Mengular di SPBU Gedungan Sumenep, Pengendara Keluhkan Prioritas Pengisian BBM

Pengendara mengeluhkan antrean jeriken dalam jumlah besar saat jam sibuk pagi hari dan meminta pengelola SPBU Gedungan memprioritaskan kebutuhan masyarakat.

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOLASE. Antrean kendaraan dan pengisian BBM menggunakan jeriken di SPBU Patean, Jalan Arya Wiraraja, Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep, dikeluhkan pengendara karena dinilai menghambat pelayanan pada pagi hari. (Ef/Redaksi BBI/Sumenep)

KOLASE. Antrean kendaraan dan pengisian BBM menggunakan jeriken di SPBU Patean, Jalan Arya Wiraraja, Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep, dikeluhkan pengendara karena dinilai menghambat pelayanan pada pagi hari. (Ef/Redaksi BBI/Sumenep)

BBI, SUMENEP | Antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Gedungan, Jalan Arya Wiraraja, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikeluhkan pengendara.

Di tengah kondisi BBM yang disebut sulit diperoleh, pengisian menggunakan jeriken dalam jumlah besar dinilai membuat pengendara sepeda motor dan mobil harus menunggu lebih lama.

Tony Irmawan (38), salah seorang pengendara sepeda motor, mengatakan kondisi tersebut terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, Pertalite biasanya tersedia pada pagi hari, tetapi antrean sudah memanjang sejak awal operasional pengisian.

Ia menyebut, pada pagi hari petugas SPBU masih terlihat melayani pengisian BBM ke dalam jeriken dalam jumlah besar. Kondisi itu berlangsung bersamaan dengan antrean pengendara yang hendak mengisi bahan bakar untuk beraktivitas.

BACA JUGA  Kapal Kontainer Singapura Tenggelam di Selat Hormuz, 21 Awak Selamat

“Setiap pagi di pom Gedungan selalu ready Pertalite dan banyak yang ngantri sepeda. Sudah kejadian beberapa kali beberapa hari ini, pagi selalu ready, sore pasti sudah tutup,” ujarnya, Jumat (16/10) pagi.

Tony menilai pengisian BBM menggunakan jeriken seharusnya diatur agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat yang datang langsung menggunakan kendaraan. Terlebih, pada pagi hari banyak pengendara yang memiliki keterbatasan waktu karena harus berangkat bekerja.

Ia mengungkapkan, antrean jeriken yang dilayani petugas terlihat mencapai puluhan hingga mendekati seratus jeriken. Sebagian di antaranya, menurut pengamatannya, dibawa menggunakan mobil pikap.

“Saya rasa untuk petugas harus memprioritaskan masyarakat yang mengantri BBM, entah itu pengendara motor ataupun mobil. Namun, pada faktanya petugas lebih memprioritaskan pengantri yang menggunakan jeriken yang katakanlah dia pengepul itu,” katanya.

BACA JUGA  Uang Rp5 Ribu Jadi Awal Terungkapnya Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Sumenep

Menurut Tony, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai boleh atau tidaknya pembelian BBM menggunakan jeriken, melainkan pengaturan waktu pelayanan agar kebutuhan pengendara tidak terabaikan.

Ia memahami bahwa pembelian BBM menggunakan jeriken dapat dilakukan berdasarkan ketentuan dan rekomendasi instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian untuk kebutuhan tertentu.

Meski demikian, ia berharap pengisian tersebut tidak dilakukan pada jam-jam sibuk ketika masyarakat sedang membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas harian.

“Sekalipun ada aturan yang mengatur terkait dengan pengisian BBM yang pakai jeriken itu, kan memang ada Dinas Pertanian mengeluarkan rekomendasi. Cuma ya atur saja waktunya, jangan di waktu jam kerja,” ujarnya.

Tony menambahkan, antrean pada pagi hari berpotensi menghambat masyarakat yang hendak menuju kantor maupun menjalankan pekerjaan lainnya.

BACA JUGA  Setkab Rayakan HUT ke-75 Prabowo, Titip Harapan untuk Masa Depan Indonesia

Karena itu, ia meminta pengelola SPBU mengevaluasi pola pelayanan, terutama ketika pasokan BBM sedang menjadi perhatian masyarakat.

“Melihat kondisi hari ini karena BBM sangat langka, jadi mohon untuk lebih memprioritaskan pengendara daripada pengepul-pengepul liar,” tuturnya.

Ia berharap manajemen SPBU Gedungan dapat menata jadwal pengisian jeriken dan pelayanan kendaraan secara lebih proporsional.

Dengan demikian, kebutuhan masyarakat yang membeli BBM untuk penggunaan langsung dapat terlayani tanpa harus menghadapi antrean panjang akibat pengisian dalam jumlah besar.

Hingga berita ini disusun, keluhan tersebut merupakan keterangan dari pengendara. Belum ada keterangan dari pihak manajemen SPBU Gedungan mengenai pengaturan pelayanan, jumlah pembelian menggunakan jeriken, maupun mekanisme prioritas pengisian BBM. (ef/mh)

Penulis : Galang Martin

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyawa Pasien Hilang, Penjelasan Direktur RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ikut Hilang
Karangan Bunga untuk Bupati Klaten Tersangka OTT KPK, Warga Mengaku Terkejut
MH Said Abdullah Panggil Manajemen RS BHC, Kematian Pasien BPJS Belum Terjawab
Dinkes P2KB Sumenep Belum Buka Hasil Tindak Lanjut Kasus Pasien BPJS Meninggal di RS BHC
Pasien BPJS Meninggal di BHC Sumenep, Kapan Hasil Investigasi Dibuka?
Ribuan Warga Hadiri JJS Politik Sumenep, Mayoritas Anggota DPRD Absen
IPNU Sumenep Desak Pengawasan Kades Diperketat Usai Dua Pejabat Desa Ditangkap
Menakar Beban Moral MH Said Abdullah dalam Kasus Kematian Pasien BHC Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Nyawa Pasien Hilang, Penjelasan Direktur RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ikut Hilang

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:42 WIB

MH Said Abdullah Panggil Manajemen RS BHC, Kematian Pasien BPJS Belum Terjawab

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Belum Buka Hasil Tindak Lanjut Kasus Pasien BPJS Meninggal di RS BHC

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Pasien BPJS Meninggal di BHC Sumenep, Kapan Hasil Investigasi Dibuka?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Ribuan Warga Hadiri JJS Politik Sumenep, Mayoritas Anggota DPRD Absen

Berita Terbaru

PROFIL. Helen Haines, anggota parlemen independen Australia yang mewakili daerah pemilihan Indi di Victoria. Mantan perawat dan peneliti kesehatan masyarakat ini dikenal memperjuangkan integritas politik serta pembentukan lembaga antikorupsi nasional. (Istimewa/Redaksi BBI/Australia)

Internasional

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:08 WIB

PROFIL. Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut larangan jilbab dan menghormati kebebasan perempuan Muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

Pendidikan

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:33 WIB