Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo, Hilirisasi Nyata dan Ekonomi Jawa Timur Kian Kokoh

Hilirisasi dinilai perlu ditopang konektivitas antardaerah dan kesiapan tenaga kerja agar investasi industri di Jawa Timur memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

- Penulis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SEMINAR. Peserta diskusi publik Gerakan Masyarakat Madani berfoto bersama seusai membahas hilirisasi dan masa depan industri Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (24/10/2026). (Istimewa/Redaksi BBI/Surabaya)

SEMINAR. Peserta diskusi publik Gerakan Masyarakat Madani berfoto bersama seusai membahas hilirisasi dan masa depan industri Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (24/10/2026). (Istimewa/Redaksi BBI/Surabaya)

BBI, SURABAYA | Masa depan industri Jawa Timur tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi yang masuk. Kesiapan tenaga kerja, kemudahan mobilitas antardaerah, dan kemampuan mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tinggi turut menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi.

Isu tersebut dibahas dalam diskusi publik Gerakan Masyarakat Madani (GMM) bertajuk “2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Hilirisasi dan Masa Depan Industri Jawa Timur” di Surabaya, Sabtu (24/10/2026).

Akademisi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Hendra Sukmana, menilai hilirisasi merupakan bagian penting dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pelaksanaannya membutuhkan dukungan infrastruktur dan pengawasan agar potensi sumber daya alam memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Saya memandang hilirisasi salah satu Langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia,” kata Hendra, Sabtu (24/10) petang.

Menurut dia, pengolahan sumber daya alam tidak semestinya hanya menjadi agenda pembangunan di tingkat pusat. Pemerintah daerah dan masyarakat juga perlu memastikan bahwa aktivitas industri mampu menciptakan nilai tambah di wilayahnya.

BACA JUGA  BHC Sumenep Belum Menjawab Tanda Tanya Kematian Firman

“Kebijakan Prabowo ini perlu dikawal secara konsisten agar kekayaan sumber daya alam Jawa Timur mempunyai nilai tambah bagi Masyarakat,” ujar Hendra.

Hendra menilai keterhubungan antarkota menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan kawasan industri. Mobilitas pekerja dan kelancaran hubungan antarpusat ekonomi membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi.

“Konektivitas antarkota memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan memperkuat hubungan antar-pusat kegiatan ekonomi,” ujar Hendra.

Dalam konteks itu, layanan bus Trans Jatim dinilai memiliki peran untuk mendukung pergerakan masyarakat antardaerah. Hendra melihat Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, dan Malang sebagai kawasan yang berpotensi berkembang melalui penguatan konektivitas.

Sementara itu, Madiun dinilai berpeluang memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan industri di bagian barat Jawa Timur, terutama seiring dengan perkembangan investasi.

BACA JUGA  Komdigi Bantah Minta Konten Karhutla Dihapus, Meta Akui Ada Pemblokiran

Asta Cita dan Pekerjaan Rumah Hilirisasi

Aktivis Gerakan Masyarakat Madani, Anton Cahyono, menilai arah kebijakan pembangunan melalui Asta Cita masih berada di jalur yang tepat. Ia menyatakan pemerintah perlu melanjutkan upaya pengembangan hilirisasi untuk memperkuat industri nasional.

“Kita harus percaya pada pemerintahan Prabowo yang sejauh ini sudah di lintasan dan berkonsentrasi penuh dalam mengembangkan proses hilirisasi dan masa depan industri Indonesia. Dan ini sudah terlihat hasil kerja beliau selama ini,” kata Anton.

Meski menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan tersebut, Anton menempatkan pengelolaan sumber daya alam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai dua hal penting yang perlu berjalan bersamaan.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan industri pengolahan yang mampu mengubah kekayaan alam menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

BACA JUGA  Pasien Disebut Siap Pulang, Meninggal Usai Disuntik di RS BHC Sumenep

Pada saat yang sama, tenaga kerja lokal harus memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses produksi dan menikmati peluang yang muncul dari pertumbuhan industri.

“Dengan pengembangan industri yang tepat, kekayaan alam Indonesia tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar dan memperluas lapangan kerja,” tegas Anton.

Anton menambahkan, penilaian terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo seharusnya tidak berhenti pada pencatatan capaian ataupun kekurangan.

Partisipasi masyarakat melalui kritik dan usulan yang membangun juga diperlukan untuk memperbaiki pelaksanaan kebijakan.

Diskusi tersebut menempatkan hilirisasi sebagai agenda yang membutuhkan dukungan lintas sektor. Bagi Jawa Timur, pekerjaan berikutnya ialah memperkuat hubungan antara kawasan industri, transportasi, dan kesiapan tenaga kerja agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada kegiatan investasi, tetapi juga membuka manfaat bagi masyarakat. (ms/mh)

Facebook Comments Box

Penulis : Hasan Lintang

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mr. Ball Dua Kali Dirazia, 14 Pengunjung Kini Positif Narkoba
Jejak Keraton Sumenep Jadi Bagian Pendidikan di Sekolah
Myze Hotel Sumenep Ajak Karyawan Jaga Pesisir Lewat Penanaman Mangrove
Kematian Pasien BPJS, Dinkes P2KB Sumenep Setengah Hati Usut Kasus RS BHC
Dialog Buntu, Demonstrasi di DPRD DIY Berakhir Ricuh
Nusantara Transindo Garap Pasar Travel dan Logistik Antarkota
Nyawa Pasien Hilang, Penjelasan Direktur RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ikut Hilang
Karangan Bunga untuk Bupati Klaten Tersangka OTT KPK, Warga Mengaku Terkejut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:11 WIB

Mr. Ball Dua Kali Dirazia, 14 Pengunjung Kini Positif Narkoba

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jejak Keraton Sumenep Jadi Bagian Pendidikan di Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Myze Hotel Sumenep Ajak Karyawan Jaga Pesisir Lewat Penanaman Mangrove

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo, Hilirisasi Nyata dan Ekonomi Jawa Timur Kian Kokoh

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Kematian Pasien BPJS, Dinkes P2KB Sumenep Setengah Hati Usut Kasus RS BHC

Berita Terbaru

PROFIL. Wakil Sekretaris Jenderal MAKN, RBMS Hadi Pradipta atau Gus Hadi, saat menyampaikan amanat sebagai pembina upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep di SDN Pangarangan 1. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para siswa meneladani nilai keilmuan dan kepemimpinan raja-raja Sumenep. (Istimewa/Redaksi BBI/Sumenep)

Daerah

Jejak Keraton Sumenep Jadi Bagian Pendidikan di Sekolah

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:10 WIB