Viral Bayi Berkumis Tebal, Benarkah Bisa Terjadi Secara Medis?

Video bayi dengan kumis hitam tebal yang diduga berasal dari Ekuador ditonton jutaan kali. Namun, keaslian tampilannya diragukan karena sejumlah kejanggalan visual dan belum adanya bukti medis yang mengonfirmasi fenomena tersebut.

- Penulis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KOLASE. Tangkapan layar video bayi baru lahir dengan kumis hitam tebal yang viral di media sosial. Keaslian tampilan kumis tersebut masih diragukan dan diduga melibatkan manipulasi digital berbasis AI. (Istimewa/Redaksi BBI/Internasional)

KOLASE. Tangkapan layar video bayi baru lahir dengan kumis hitam tebal yang viral di media sosial. Keaslian tampilan kumis tersebut masih diragukan dan diduga melibatkan manipulasi digital berbasis AI. (Istimewa/Redaksi BBI/Internasional)

BBI, INTERNASIONAL | Video bayi baru lahir dengan kumis hitam mencolok mengundang perhatian luas di media sosial. Namun, di balik tampilannya yang mengundang tawa, muncul pertanyaan mengenai kebenaran rekaman tersebut dan kemungkinan fenomena itu terjadi secara medis.

Klip yang diduga berasal dari Ekuador itu memperlihatkan bayi dengan rambut gelap di atas bibir hingga sebagian pipinya. Penampilannya yang menyerupai pria dewasa membuat video tersebut ditonton jutaan kali dan memancing beragam komentar jenaka.

Meski begitu, tampilan yang tidak biasa tersebut belum menjadi bukti bahwa seorang bayi benar-benar bisa terlahir dengan kumis setebal itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanugo, Rambut Halus yang Tumbuh Sejak dalam Kandungan

Dalam dunia medis, terdapat rambut halus yang disebut lanugo. Rambut ini tumbuh selama perkembangan janin dan umumnya rontok secara alami menjelang kelahiran atau beberapa waktu setelah bayi dilahirkan.

Sisa lanugo terkadang masih terlihat pada bayi baru lahir, terutama di bagian punggung, bahu, telinga, dan wajah. Namun, karakteristik rambut tersebut berbeda dari kumis hitam tebal yang diperlihatkan dalam video viral.

BACA JUGA  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Lanugo umumnya bertekstur sangat halus, tipis, dan berwarna pucat. Rambut ini tidak lazim membentuk kumis gelap dengan garis tegas seperti rambut wajah orang dewasa.

Hingga kini, belum ada dokumentasi medis kredibel yang dapat mengonfirmasi bahwa bayi dalam video tersebut benar-benar lahir dengan kumis setebal yang terlihat di layar.

Netizen Menganggap Bayi Itu Sudah Dewasa

Keunikan penampilan bayi tersebut justru menjadi bahan candaan di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna menggambarkannya sebagai sosok dewasa yang terlahir dalam tubuh mungil.

“Dia melewatkan taman kanak-kanak dan langsung menuju krisis paruh baya,” tulis salah satu komentar netizen, dilansir barubaruini.com pada Minggu (25/10).

“Baru lahir 2 jam dan dia sudah terlihat lelah dengan pekerjaan kantoran 9-to-5,” tulis netizen lainnya berkelakar.

BACA JUGA  Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja

Kreativitas warganet kemudian berkembang menjadi berbagai editan gambar. Bayi tersebut digambarkan mengenakan seragam militer lengkap dengan medali, berpenampilan formal menggunakan blazer sambil memegang cerutu, hingga memakai kostum karakter Mario Bros dengan topi merah.

Rangkaian editan itu semakin memperluas penyebaran video sekaligus menjadikan penampilan bayi tersebut sebagai bahan humor di internet.

Diduga Menggunakan AI atau Efek Digital

Di balik viralnya video tersebut, keaslian kumis yang terlihat pada wajah bayi masih menjadi tanda tanya. Sejumlah kejanggalan visual dalam klip itu mengarah pada dugaan penggunaan manipulasi digital atau teknologi kecerdasan buatan (AI).

Salah satu hal yang patut diperhatikan ialah pergerakan kumis ketika bayi mengubah posisi kepala. Jika rambut tampak berkedip, bergeser tidak wajar, atau tidak mengikuti gerakan wajah secara konsisten, hal itu dapat menjadi petunjuk adanya efek digital.

Pencahayaan juga menjadi aspek penting. Rambut yang ditambahkan melalui penyuntingan terkadang memiliki bayangan atau tingkat kecerahan yang tidak selaras dengan kondisi ruangan dalam rekaman.

BACA JUGA  Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Senggol Demonstran

Selain persoalan visual, belum ada konfirmasi terverifikasi dari rumah sakit, tenaga medis, maupun keluarga bayi yang dapat memastikan keaslian penampilan tersebut.

Meski demikian, kejanggalan visual saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa sebuah video merupakan hasil AI. Pemeriksaan terhadap sumber asli dan informasi pendukung tetap diperlukan untuk memastikan asal-usulnya.

Dengan bukti yang tersedia, kumis tebal dalam video tersebut belum dapat dipastikan sebagai kondisi biologis nyata. Ada kemungkinan rambut itu ditambahkan melalui filter pemetaan wajah berbasis AI atau perangkat penyuntingan video lainnya.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa video yang terlihat meyakinkan di media sosial belum tentu menggambarkan kejadian sebenarnya.

Di tengah teknologi manipulasi visual yang semakin mudah diakses, memeriksa sumber dan konteks informasi tetap penting sebelum mempercayai atau menyebarkannya. (bc/mh)

Facebook Comments Box

Penulis : Achmad Suhalis

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja
Kerusuhan Prancis Meluas, 1.200 Orang Ditangkap
Kapal Kontainer Singapura Tenggelam di Selat Hormuz, 21 Awak Selamat
Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Satu Orang Masih Terjebak
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Viral Bayi Berkumis Tebal, Benarkah Bisa Terjadi Secara Medis?

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Kerusuhan Prancis Meluas, 1.200 Orang Ditangkap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Kapal Kontainer Singapura Tenggelam di Selat Hormuz, 21 Awak Selamat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Satu Orang Masih Terjebak

Berita Terbaru

PROFIL. Wakil Sekretaris Jenderal MAKN, RBMS Hadi Pradipta atau Gus Hadi, saat menyampaikan amanat sebagai pembina upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep di SDN Pangarangan 1. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para siswa meneladani nilai keilmuan dan kepemimpinan raja-raja Sumenep. (Istimewa/Redaksi BBI/Sumenep)

Daerah

Jejak Keraton Sumenep Jadi Bagian Pendidikan di Sekolah

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:10 WIB