BBI, INTERNASIONAL | Video bayi baru lahir dengan kumis hitam mencolok mengundang perhatian luas di media sosial. Namun, di balik tampilannya yang mengundang tawa, muncul pertanyaan mengenai kebenaran rekaman tersebut dan kemungkinan fenomena itu terjadi secara medis.
Klip yang diduga berasal dari Ekuador itu memperlihatkan bayi dengan rambut gelap di atas bibir hingga sebagian pipinya. Penampilannya yang menyerupai pria dewasa membuat video tersebut ditonton jutaan kali dan memancing beragam komentar jenaka.
Meski begitu, tampilan yang tidak biasa tersebut belum menjadi bukti bahwa seorang bayi benar-benar bisa terlahir dengan kumis setebal itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanugo, Rambut Halus yang Tumbuh Sejak dalam Kandungan
Dalam dunia medis, terdapat rambut halus yang disebut lanugo. Rambut ini tumbuh selama perkembangan janin dan umumnya rontok secara alami menjelang kelahiran atau beberapa waktu setelah bayi dilahirkan.
Sisa lanugo terkadang masih terlihat pada bayi baru lahir, terutama di bagian punggung, bahu, telinga, dan wajah. Namun, karakteristik rambut tersebut berbeda dari kumis hitam tebal yang diperlihatkan dalam video viral.
Lanugo umumnya bertekstur sangat halus, tipis, dan berwarna pucat. Rambut ini tidak lazim membentuk kumis gelap dengan garis tegas seperti rambut wajah orang dewasa.
Hingga kini, belum ada dokumentasi medis kredibel yang dapat mengonfirmasi bahwa bayi dalam video tersebut benar-benar lahir dengan kumis setebal yang terlihat di layar.
Netizen Menganggap Bayi Itu Sudah Dewasa
Keunikan penampilan bayi tersebut justru menjadi bahan candaan di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna menggambarkannya sebagai sosok dewasa yang terlahir dalam tubuh mungil.
“Dia melewatkan taman kanak-kanak dan langsung menuju krisis paruh baya,” tulis salah satu komentar netizen, dilansir barubaruini.com pada Minggu (25/10).
“Baru lahir 2 jam dan dia sudah terlihat lelah dengan pekerjaan kantoran 9-to-5,” tulis netizen lainnya berkelakar.
Kreativitas warganet kemudian berkembang menjadi berbagai editan gambar. Bayi tersebut digambarkan mengenakan seragam militer lengkap dengan medali, berpenampilan formal menggunakan blazer sambil memegang cerutu, hingga memakai kostum karakter Mario Bros dengan topi merah.
Rangkaian editan itu semakin memperluas penyebaran video sekaligus menjadikan penampilan bayi tersebut sebagai bahan humor di internet.
Diduga Menggunakan AI atau Efek Digital
Di balik viralnya video tersebut, keaslian kumis yang terlihat pada wajah bayi masih menjadi tanda tanya. Sejumlah kejanggalan visual dalam klip itu mengarah pada dugaan penggunaan manipulasi digital atau teknologi kecerdasan buatan (AI).
Salah satu hal yang patut diperhatikan ialah pergerakan kumis ketika bayi mengubah posisi kepala. Jika rambut tampak berkedip, bergeser tidak wajar, atau tidak mengikuti gerakan wajah secara konsisten, hal itu dapat menjadi petunjuk adanya efek digital.
Pencahayaan juga menjadi aspek penting. Rambut yang ditambahkan melalui penyuntingan terkadang memiliki bayangan atau tingkat kecerahan yang tidak selaras dengan kondisi ruangan dalam rekaman.
Selain persoalan visual, belum ada konfirmasi terverifikasi dari rumah sakit, tenaga medis, maupun keluarga bayi yang dapat memastikan keaslian penampilan tersebut.
Meski demikian, kejanggalan visual saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa sebuah video merupakan hasil AI. Pemeriksaan terhadap sumber asli dan informasi pendukung tetap diperlukan untuk memastikan asal-usulnya.
Dengan bukti yang tersedia, kumis tebal dalam video tersebut belum dapat dipastikan sebagai kondisi biologis nyata. Ada kemungkinan rambut itu ditambahkan melalui filter pemetaan wajah berbasis AI atau perangkat penyuntingan video lainnya.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa video yang terlihat meyakinkan di media sosial belum tentu menggambarkan kejadian sebenarnya.
Di tengah teknologi manipulasi visual yang semakin mudah diakses, memeriksa sumber dan konteks informasi tetap penting sebelum mempercayai atau menyebarkannya. (bc/mh)
Penulis : Achmad Suhalis
Editor : El Farhan
Sumber Berita: barubaruini.com














Komentar