Belum Reda Kasus Dani, Keluarga Pasien BPJS Kembali Keluhkan Layanan RS BHC Sumenep

Keluarga pasien pengguna BPJS mengaku harus menunggu meski cairan infus telah habis dilaporkan kepada petugas. Keluhan muncul di tengah perhatian publik terhadap pelayanan RS BHC Sumenep setelah kasus meninggalnya Dani.

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LOKASI. RS BHC Sumenep yang berlokasi di Jalan Jokotole Lingkar Barat, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan. Pelayanan rumah sakit tersebut kembali dikeluhkan keluarga pasien pengguna BPJS Kesehatan yang mengaku harus menunggu saat cairan infus anggota keluarganya habis. (Efendi/Redaksi BBI/Sumenep)

LOKASI. RS BHC Sumenep yang berlokasi di Jalan Jokotole Lingkar Barat, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan. Pelayanan rumah sakit tersebut kembali dikeluhkan keluarga pasien pengguna BPJS Kesehatan yang mengaku harus menunggu saat cairan infus anggota keluarganya habis. (Efendi/Redaksi BBI/Sumenep)

BBI, SUMENEP | Kecepatan petugas dalam merespons kebutuhan pasien menjadi persoalan yang dikeluhkan keluarga pasien di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Seorang keluarga pasien mengaku harus menunggu ketika cairan infus anggota keluarganya habis, meski kondisi tersebut telah dilaporkan kepada petugas.

Keluhan itu disampaikan AR (34), warga Kecamatan Ambunten, yang meminta identitas anggota keluarganya tidak dipublikasikan. Pengalaman tersebut terjadi ketika keluarganya menjalani perawatan inap selama tiga hari di rumah sakit itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang dialami kami saat berobat di sana (RS BHC Sumenep, red) saat cairan infus pasien habis, tetapi tidak segera diganti oleh petugas medis,” kata AR, Senin (26/10/2026) pagi.

Menurut AR, anggota keluarganya masuk rumah sakit karena mengalami demam. Selama menjalani perawatan, keluarga berharap setiap kebutuhan pasien mendapat perhatian, terutama ketika berkaitan dengan tindakan medis yang membutuhkan respons petugas.

Namun, saat cairan infus habis, keluarga mengaku tidak langsung mendapatkan penanganan setelah menyampaikan kondisi tersebut kepada petugas.

BACA JUGA  Gaya Hidup Zero Waste: Hidup Lebih Hemat, Bersih, dan Ramah Lingkungan

Bagi AR, pengalaman itu menjadi catatan tersendiri selama mendampingi anggota keluarganya. Ia menilai, mutu pelayanan rumah sakit tidak cukup hanya ditunjukkan melalui bangunan dan fasilitas yang tersedia.

“Bangunan rumah sakit boleh bagus, tetapi kalau pelayanannya kurang baik, tentu pasien dan keluarga tetap kecewa. Pasien yang sedang menjalani perawatan membutuhkan perhatian dan penanganan yang cepat,” ujarnya.

Ia berharap kebutuhan pasien rawat inap dapat direspons dengan baik, sehingga keluarga tidak harus berulang kali menunggu ketika memerlukan bantuan tenaga medis.

Pengalaman AR muncul ketika pelayanan RS BHC Sumenep tengah menjadi perhatian publik menyusul meninggalnya Moh. Firman Ramadhani alias Dani, santri berusia 22 tahun asal Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, pada Selasa (13/10/2026).

Dani meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Keluarga korban sebelumnya mempertanyakan penanganan medis yang diberikan, termasuk terkait kondisi kejang dan keluarnya busa dari mulut serta hidung korban.

Persoalan diagnosis dan tindakan medis selama perawatan juga menjadi pertanyaan keluarga. Mereka berharap ada penjelasan yang terang mengenai penanganan yang diterima Dani sebelum meninggal dunia.

BACA JUGA  Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Perkembangan kasus tersebut turut mendapat perhatian pemerintah daerah dan legislatif. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo sebelumnya menyatakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) akan melakukan pengecekan terhadap RS BHC.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, menyampaikan rencana pemanggilan pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan.

Meski sama-sama berkaitan dengan pelayanan di rumah sakit tersebut, keluhan AR perlu ditempatkan sebagai persoalan tersendiri. Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa pengalaman keluarga pasien itu berhubungan dengan kasus meninggalnya Dani.

Keluhan mengenai infus yang terlambat diganti juga belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kelalaian medis. Penilaian lebih lanjut membutuhkan keterangan dari pihak rumah sakit serta informasi yang memadai mengenai kejadian tersebut.

Untuk meminta penjelasan mengenai keluhan keluarga pasien, wartawan mendatangi RS BHC Sumenep di Jalan Jokotole Lingkar Barat, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, pada Senin (26/10/2026) pagi.

BACA JUGA  Kabut Asap Mengancam Warga, 11 Puskesmas di Palangka Raya Disiagakan

Namun, wartawan belum dapat memperoleh keterangan langsung dari manajemen rumah sakit. Petugas keamanan bernama Abd Rachmat menyebut pimpinan rumah sakit sedang mengikuti kegiatan di luar kota.

Ia juga menyatakan wartawan tidak diperkenankan memasuki area rumah sakit.

“Pimpinan kami ada acara di luar. Jadi, kami tidak mengizinkan (wartawan, red) masuk,” ujarnya singkat.

Belum adanya penjelasan langsung dari manajemen membuat sejumlah hal terkait keluhan tersebut masih belum terjawab. Di antaranya, bagaimana pemantauan cairan infus pasien rawat inap dilakukan dan bagaimana petugas menindaklanjuti laporan keluarga ketika cairan infus telah habis.

Penjelasan juga diperlukan untuk mengetahui mekanisme pelayanan yang berlaku bagi pasien peserta BPJS Kesehatan, termasuk standar respons petugas terhadap kebutuhan pasien selama menjalani perawatan.

Media ini membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi manajemen RS BHC Sumenep. Keterangan pihak rumah sakit diperlukan untuk melengkapi informasi, menguji keluhan yang disampaikan keluarga pasien, serta memberikan gambaran yang berimbang mengenai pelayanan yang diterapkan. (ef/mh)

Facebook Comments Box

Penulis : Achmad Suhalis

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Mengancam Warga, 11 Puskesmas di Palangka Raya Disiagakan
Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, BPBD Sanggau Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar
Gaya Hidup Zero Waste: Hidup Lebih Hemat, Bersih, dan Ramah Lingkungan
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet
The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation
Global Health Challenges: Examining the Impacts of Infectious Diseases

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Belum Reda Kasus Dani, Keluarga Pasien BPJS Kembali Keluhkan Layanan RS BHC Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Kabut Asap Mengancam Warga, 11 Puskesmas di Palangka Raya Disiagakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, BPBD Sanggau Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:11 WIB

Gaya Hidup Zero Waste: Hidup Lebih Hemat, Bersih, dan Ramah Lingkungan

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:36 WIB

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Berita Terbaru

PROFIL. Wakil Sekretaris Jenderal MAKN, RBMS Hadi Pradipta atau Gus Hadi, saat menyampaikan amanat sebagai pembina upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep di SDN Pangarangan 1. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para siswa meneladani nilai keilmuan dan kepemimpinan raja-raja Sumenep. (Istimewa/Redaksi BBI/Sumenep)

Daerah

Jejak Keraton Sumenep Jadi Bagian Pendidikan di Sekolah

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:10 WIB