Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, BPBD Sanggau Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar

BPBD Sanggau mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah, memakai masker, dan melindungi kelompok rentan dari dampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan.

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KEBAKARAN. Karhutla memicu kepulan asap yang berpotensi mencemari udara dan mengganggu kesehatan masyarakat. (Istimewa/Redaksi BBI/Sanggau)

KEBAKARAN. Karhutla memicu kepulan asap yang berpotensi mencemari udara dan mengganggu kesehatan masyarakat. (Istimewa/Redaksi BBI/Sanggau)

BBI, SANGGAU | Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak berhenti pada kobaran api. Asap yang ditimbulkannya bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga, terutama jika terhirup terus-menerus saat kualitas udara memburuk.

Masyarakat Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, diminta lebih waspada dengan mengurangi kegiatan di luar rumah, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar, serta melindungi anggota keluarga yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

Kasi Rehabilitasi Pascabencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Indra Jamiluddin, mengingatkan bahwa upaya menjaga kesehatan perlu dilakukan sebelum dampak paparan asap menimbulkan keluhan.

Menurut dia, langkah perlindungan diri harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap informasi dan arahan resmi pemerintah.

“Menjaga kesehatan di tengah ancaman asap perlu dilakukan melalui langkah pencegahan, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta mengikuti imbauan resmi dari pemerintah,” ungkap Indra Jamiluddin dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, 13 Oktober 2026.

Indra menyarankan warga menyesuaikan kegiatan harian dengan kondisi udara di lingkungan masing-masing. Ketika asap mulai menebal, aktivitas di luar rumah sebaiknya ditekan seminimal mungkin. Jika terpaksa keluar, masyarakat dianjurkan memakai masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.

Perlindungan juga perlu dilakukan di dalam rumah. Warga disarankan menutup pintu dan jendela ketika asap memasuki kawasan permukiman agar udara tercemar tidak mudah masuk ke ruangan.

BACA JUGA  Hak Siar Olahraga Global Tembus US$65,82 Miliar, Liga Kecil Makin Terpinggirkan

“Perlindungan kesehatan harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan akibat paparan asap,” katanya.

Selain menghindari paparan langsung, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mencukupi kebutuhan air minum, mengonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat secara teratur. Bila tersedia, ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung sementara dari paparan asap.

Indra juga mengingatkan agar warga tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul selama kondisi udara memburuk. Keluhan berupa sesak napas atau kondisi kesehatan yang semakin parah perlu segera mendapat penanganan medis.

BACA JUGA  Dinkes P2KB Sumenep Belum Buka Hasil Tindak Lanjut Kasus Pasien BPJS Meninggal di RS BHC

Ia berharap kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan meningkat selama ancaman karhutla masih berlangsung. Menurutnya, pencegahan akan lebih efektif apabila warga aktif melindungi diri, tidak mudah menyebarkan informasi yang keliru, dan mengikuti perkembangan situasi dari sumber resmi.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menekan risiko gangguan kesehatan akibat asap. Dengan kewaspadaan sejak dini, dampak buruk pencemaran udara terhadap warga, khususnya kelompok rentan, dapat diminimalkan. (bv/mh)

Penulis : Achmad Suhalis

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Mengancam Warga, 11 Puskesmas di Palangka Raya Disiagakan
Gaya Hidup Zero Waste: Hidup Lebih Hemat, Bersih, dan Ramah Lingkungan
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet
The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation
Global Health Challenges: Examining the Impacts of Infectious Diseases

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Kabut Asap Mengancam Warga, 11 Puskesmas di Palangka Raya Disiagakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, BPBD Sanggau Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:11 WIB

Gaya Hidup Zero Waste: Hidup Lebih Hemat, Bersih, dan Ramah Lingkungan

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:36 WIB

Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Rabu, 29 Maret 2023 - 02:46 WIB

The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

Berita Terbaru

PROFIL. Helen Haines, anggota parlemen independen Australia yang mewakili daerah pemilihan Indi di Victoria. Mantan perawat dan peneliti kesehatan masyarakat ini dikenal memperjuangkan integritas politik serta pembentukan lembaga antikorupsi nasional. (Istimewa/Redaksi BBI/Australia)

Internasional

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:08 WIB

PROFIL. Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut larangan jilbab dan menghormati kebebasan perempuan Muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

Pendidikan

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:33 WIB