BBI, POLITIK | Momen itu terjadi ketika Prabowo beralih menyapa para gubernur setelah sebelumnya menyebut sejumlah pejabat kabinet yang hadir.
Satu per satu nama kepala daerah dipanggil, mulai dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hingga Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
“Gubernur DKi Saudara Pramono Anung Wibowo, yang ada bowo-bowo itu lho; Gubernur Banten Saudara Andra Soni; Gubernur NTB Lalu M Iqbal; Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka; Gubernur Maluku Utara Saudari Sherly Tjoanda, kalau gubernur maluku utara selalu paling banyak tepukannya,” tutur Prabowo, Kamis (22/10).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika giliran Jawa Barat, yang berdiri sebagai perwakilan justru Wakil Gubernur Erwan Setiawan. Prabowo kemudian melontarkan pertanyaan mengenai keberadaan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM dan merupakan kader Partai Gerindra.
“Wagub Jabar Saudara Erwan Setiawan, kemana KDM itu? hahaha, yang paling dekat enggak hadir malah, pasti sibuk, oke,” tutur Prabowo.
Ucapan tersebut mengundang tawa di tengah acara. Jawa Barat sendiri merupakan salah satu provinsi yang secara geografis relatif dekat dengan Jakarta, lokasi penyelenggaraan rakornas.
Meski begitu, Dedi bukan satu-satunya gubernur yang tidak menghadiri agenda tersebut. Sejumlah kepala daerah lain juga mengutus wakilnya untuk mewakili pemerintah provinsi masing-masing.
Di antaranya Gubernur Bali Wayan Koster yang diwakili Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud juga diwakili wakilnya, Seno Aji. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diwakili Emil Elestianto Dardak.
Di balik momen pencarian KDM tersebut, Prabowo menjelaskan alasannya menyapa para gubernur yang hadir. Ia ingin masyarakat mengetahui siapa saja kepala daerah yang memimpin wilayah mereka.
Presiden juga tidak mempermasalahkan ketidakhadiran sejumlah pejabat daerah. Menurut dia, para gubernur yang absen kemungkinan memiliki agenda pekerjaan yang harus diselesaikan di wilayah masing-masing.
“Tapi yang tidak hadir saya yakin banyak pekerjaan. Saya minta maaf pada bupati karena yang hadir ini 230. Kalau satu-satu saya bacakan nama saudara nanti saya diomelin oleh panitia,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo turut mengapresiasi pembentukan TPAKD di seluruh wilayah Indonesia. Ia menyebut, hingga akhir 2024, kelembagaan tersebut telah terbentuk di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
“Saya dapat laporan bahwa akhir tahun 2024 TPAKD telah terbentuk di seluruh Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Ini suatu pencapaian yg perlu kita hargai dan banggakan,” kata Prabowo.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada sejumlah lembaga dan pemerintah daerah yang terlibat dalam pembentukan TPAKD.
“Saya sampaikan penghargaan kepada OJK, pemda, BI, dan semua pihak yang telah kerja membangun kelembagaan ini,” sambungnya.
Rakornas TPAKD 2026 dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, serta Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.
Hadir pula Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sejumlah anggota kabinet lainnya juga tampak hadir, termasuk Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rakornas TPAKD merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan OJK bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sebelum Prabowo menyampaikan pidato, Friderica Widyasari Dewi terlebih dahulu melaporkan pelaksanaan kegiatan tersebut kepada Presiden. (bf/mh)
Penulis : Tony F
Editor : El Farhan
Sumber Berita: barubaruini.com














Komentar