Komarudin Watubun Desak Pertanggungjawaban Moral Gibran soal Ijazah

Komarudin menilai polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tak cukup berhenti pada proses hukum. Ia mendorong pengawasan parlemen serta pertanggungjawaban etik dan moral pejabat negara.

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menjadi perhatian setelah Ketua Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun menyoroti persoalan ijazah pendidikan luar negeri dan mendorong adanya pertanggungjawaban etik serta moral pejabat negara. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

PROFIL. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menjadi perhatian setelah Ketua Bidang Kehormatan PDIP Komarudin Watubun menyoroti persoalan ijazah pendidikan luar negeri dan mendorong adanya pertanggungjawaban etik serta moral pejabat negara. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

BBI, JAKARTA | Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak menemukan bukti meyakinkan terkait ijazah pendidikan luar negeri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memunculkan tuntutan agar persoalan tersebut ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban pejabat negara.

Ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, menilai persoalan itu tidak semestinya dianggap selesai hanya karena proses hukum telah berjalan. Menurut dia, dugaan pelanggaran aturan tetap perlu dievaluasi, termasuk melalui jalur etik dan moral.

Komarudin menegaskan, parlemen memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan negara. Apalagi, DPR memperoleh mandat sekaligus dukungan anggaran negara untuk menjalankan tugas legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Dalam konteks pengawasan, saya waktu itu ngomong masa pejabat tinggi negara melanggar aturan tidak ada sanksi etik dan moral? Kalau tidak ya mengundurkan diri, toh. Kalau tidak, proses di fraksi DPR,” ujar Komarudin saat ditemui di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

Ia juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak ditarik menjadi konflik personal. Bagi Komarudin, perdebatan mengenai persyaratan pendidikan pejabat publik seharusnya ditempatkan dalam kerangka kepatuhan terhadap hukum dan tanggung jawab kepada negara.

Ia mengaku telah menerima surat dari sejumlah guru besar yang meminta Gibran mengundurkan diri. Komarudin memandang aspirasi tersebut sebagai bentuk kepedulian kalangan akademisi terhadap kehidupan bernegara, bukan semata-mata ekspresi permusuhan terhadap individu tertentu.

BACA JUGA  KPK Bongkar Dugaan Konflik Kepentingan Rp148 Miliar di BNPB, Adik Kepala Badan Terseret

“Jadi itu tidak perlu harus disuruh. Saya ada dapat juga surat guru besar, ya? Guru-guru besar, sudah dapat? Yang minta untuk mengundurkan diri. Itu kan penyampaian mereka sebagai pertanggungjawaban mereka kepada kecintaan mereka kepada negara itu,” ucap Komarudin.

Menurut dia, berjalannya suatu proses tidak serta-merta menghapus persoalan apabila memang terdapat pelanggaran yang harus diperbaiki.

Karena itu, ia meminta publik tidak menyederhanakan polemik tersebut dengan alasan bahwa jabatan sudah telanjur diduduki atau tahapan telah dilalui.

BACA JUGA  Nusantara Transindo Garap Pasar Travel dan Logistik Antarkota

“Orang bilang, ‘Oh ini kan…’, kalau orang yang otaknya di bawah rata-rata pasti bilang, ‘Ah ini kan sudah jadi kok.’ Iya, sekarang kamu kalau apa… biar proses sudah dilaksanakan sudah berjalan, tapi pelanggaran ya tetap pelanggaran, makanya harus dibenahi,” pungkasnya.

Pernyataan Komarudin menempatkan persoalan ini pada pentingnya akuntabilitas pejabat publik. Ia mendorong agar fungsi pengawasan dan mekanisme pertanggungjawaban tetap menjadi bagian dari upaya menjaga kepatuhan terhadap aturan, terlepas dari proses yang telah berlangsung. (kl/mh)

Penulis : Tony F

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hersebuno Arief: Desakan Mundur Gibran Kini Datang dari Kalangan Guru Besar
Gus Lilur Desak Rais Aam PBNU Mundur Usai Pembacaan Ayat Al-Qur’an di Tuban
Golkar Dinilai Dilematis Sikapi Polemik Ijazah Gibran
Lima Aduan soal Aturan Pencalonan Gibran Masuk DKPP, KPU Siap Beri Penjelasan
Pangi Ingatkan Prabowo: Jangan Biarkan Kekuatan Lama Bangun Pengaruh Baru
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Changing Face of America: How Demographic Shifts are Reshaping the Nation

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Komarudin Watubun Desak Pertanggungjawaban Moral Gibran soal Ijazah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Hersebuno Arief: Desakan Mundur Gibran Kini Datang dari Kalangan Guru Besar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Gus Lilur Desak Rais Aam PBNU Mundur Usai Pembacaan Ayat Al-Qur’an di Tuban

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Golkar Dinilai Dilematis Sikapi Polemik Ijazah Gibran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Lima Aduan soal Aturan Pencalonan Gibran Masuk DKPP, KPU Siap Beri Penjelasan

Berita Terbaru