Program MBG Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan

Kepala BGN ingin program Makan Bergizi Gratis tak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi siswa, tetapi juga mengajarkan manfaat karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral melalui kurikulum sekolah.

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengusulkan edukasi gizi menjadi bagian dari kurikulum pendidikan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

PROFIL. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengusulkan edukasi gizi menjadi bagian dari kurikulum pendidikan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

BBI, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi peserta didik. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menginginkan program tersebut sekaligus menjadi pintu masuk pendidikan gizi di sekolah melalui integrasi ke dalam kurikulum.

Gagasan itu menempatkan MBG bukan sekadar sebagai program penyedia makanan bagi siswa, melainkan juga sarana untuk membangun pemahaman anak mengenai pola makan sehat sejak dini.

“Jadi bagaimana memasukkan MBG atau edukasi gizi ini menjadi salah satu bagian dari kurikulum yang ada di Pendidikan kita,” kata Sudaryono, dikutip dari akun Instagramnya, Rabu (28/10/2026).

Sudaryono menilai, pemahaman tentang gizi perlu diajarkan secara terstruktur sebagaimana materi pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) yang sudah menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah.

Dengan pendekatan serupa, siswa tidak cukup hanya menerima makanan yang disiapkan melalui program MBG. Mereka juga perlu mengetahui kandungan nutrisi dalam makanan serta alasan tubuh membutuhkan zat gizi tertentu.

“Sama seperti penjaskes, pendidikan jasmani dan Kesehatan dia kan olahraga dimasukkan ke dalam pelajaran. Ini ada pelajaran tentang gizi, bukan hanya makan tapi ada pelajaran gizinya,” kata dia.

BACA JUGA  Setelah Firman Wafat, BHC Sumenep Didesak Menjelaskan Detik-detik Terakhir Pasien

Materi yang diusulkan mencakup pengenalan karbohidrat, protein, serat, vitamin, hingga mineral. Siswa diharapkan memahami fungsi masing-masing zat gizi, termasuk manfaat sayuran dan sumber pangan lain bagi kesehatan tubuh.

Pengetahuan tersebut juga dapat membantu anak mengenali kebutuhan nutrisi sehari-hari, bukan sekadar mengikuti kebiasaan makan tanpa memahami manfaatnya.

“Diajarkan kenapa orang harus makan karbo, apa pentingnya karbohidrat. Kenapa orang harus makan sayur, apa pentingnya vitamin, mineral. Kenapa mesti protein, satu orang itu makan protein itu harus berapa dan sebagainya,” kata dia.

Menurut Sudaryono, usulan memasukkan pendidikan gizi ke dalam kurikulum berangkat dari belum tersedianya wadah khusus yang memadai bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan tersebut.

BACA JUGA  Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab

Karena itu, sekolah dinilai dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan prinsip gizi seimbang secara lebih sistematis. Jika gagasan ini diterapkan, pelaksanaan MBG berpotensi berjalan beriringan dengan pembelajaran mengenai kebiasaan makan sehat.

“Karena tidak ada Lembaga, wahana bagi anak-anak kita mendapatkan informasi ini,” ujar Kepala BGN.

Meski demikian, gagasan tersebut masih berupa usulan Sudaryono. Penerapannya sebagai bagian dari kurikulum pendidikan memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait. (fr/mh)

Facebook Comments Box

Penulis : Galang Martin

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab
Guru di Pulau Pagerungan Didorong Berinovasi, SKK Migas-KEI Gelar Pelatihan
Guru Kepulauan Sumenep Dilatih Susun Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal
Martadi Soroti Orang Tua yang Terlalu Melindungi Anak
Pendidikan Gratis hingga Kuliah Belum Final, Pemerintah Bereskan Aturan dan Data Penerima
Riau Cairkan Bansos Pendidikan untuk 1.138 Mahasiswa, Anggaran Rp6,7 Miliar
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Program MBG Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Guru di Pulau Pagerungan Didorong Berinovasi, SKK Migas-KEI Gelar Pelatihan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Guru Kepulauan Sumenep Dilatih Susun Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Martadi Soroti Orang Tua yang Terlalu Melindungi Anak

Berita Terbaru

PROFIL. Wakil Sekretaris Jenderal MAKN, RBMS Hadi Pradipta atau Gus Hadi, saat menyampaikan amanat sebagai pembina upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep di SDN Pangarangan 1. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para siswa meneladani nilai keilmuan dan kepemimpinan raja-raja Sumenep. (Istimewa/Redaksi BBI/Sumenep)

Daerah

Jejak Keraton Sumenep Jadi Bagian Pendidikan di Sekolah

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:10 WIB

PROFIL. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengusulkan edukasi gizi menjadi bagian dari kurikulum pendidikan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

Pendidikan

Program MBG Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:22 WIB

KONSOLIDASI AKSI. Sejumlah mahasiswa mengikuti konsolidasi gerakan #IndonesiaSadar di Pusgiwa Universitas Indonesia, Depok, Senin (26/10/2026), untuk mematangkan rencana aksi di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

Peristiwa

BEM UI Siapkan Lima Tuntutan dalam Aksi di Bundaran HI

Rabu, 28 Okt 2026 - 13:23 WIB