Nyawa Pasien Hilang, Penjelasan Direktur RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ikut Hilang

Komisi IV DPRD Sumenep menyiapkan pemanggilan dr. Tedjo Wahyu Putranto dan dr. Elliya Fardasah untuk meminta penjelasan terkait kematian Firman Ramadhani yang hasil investigasi medisnya belum disampaikan kepada keluarga.

- Penulis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PROFIL. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Mulyadi, menjadi sorotan setelah menyatakan akan memanggil Direktur RS BHC Sumenep dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep untuk meminta penjelasan terkait kasus kematian pasien BPJS, Moh. Firman Ramadhani. (Istimewa/Redaksi BBI/Sumenep)

PROFIL. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Mulyadi, menjadi sorotan setelah menyatakan akan memanggil Direktur RS BHC Sumenep dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep untuk meminta penjelasan terkait kasus kematian pasien BPJS, Moh. Firman Ramadhani. (Istimewa/Redaksi BBI/Sumenep)

BBI, SUMENEP | Belum adanya penjelasan tuntas mengenai kematian pasien BPJS di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendorong DPRD setempat mengambil langkah.

Komisi IV DPRD Sumenep berencana memanggil Direktur BHC, dr. Tedjo Wahyu Putranto, dan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, dr. Elliya Fardasah.

Pemanggilan itu menjadi agenda yang disiapkan legislatif di tengah belum terungkapnya hasil investigasi internal rumah sakit atas meninggalnya Moh. Firman Ramadhani alias Deni.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga masih menunggu penjelasan, sementara upaya konfirmasi media kepada rumah sakit dan dinas kesehatan belum menghasilkan keterangan terbaru.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi mengatakan, pihaknya mengikuti perkembangan kasus tersebut. Ia memastikan kedua pejabat itu akan dimintai keterangan dalam waktu dekat.

“Kami mengikuti perkembangan yang pasien meninggal di RS BHC Sumenep. Dalam waktu dekat akan kami panggil Kepala Dinkes P2KB dan Direktur RS BHC Sumenep,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (20/10/2026) pagi.

BACA JUGA  Tesla Pamer Roadster Bisa Terbang, Produksi Baru Ditargetkan 2028

Mulyadi belum bersedia memberikan penilaian lebih jauh mengenai persoalan tersebut. Menurutnya, Komisi IV perlu mendengar penjelasan dari pihak rumah sakit dan Dinkes P2KB sebelum menyampaikan sikap lebih lanjut.

“Untuk saat ini kami tidak bisa berkomentar lebih jauh sebelum memanggil dari kedua belah pihak itu, antara Dinkes P2KB dan pihak RS BHC Sumenep,” ujarnya.

Ia menegaskan, rencana pemanggilan tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat. Namun, jadwal pemeriksaan terhadap kedua pihak belum disampaikan.

“Intinya, dalam waktu dekat akan kami panggil,” tegasnya.

Keterangan Direktur RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Dinanti

Rencana pemanggilan DPRD berlangsung ketika penjelasan dari dua institusi terkait masih dinantikan. Direktur BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi media mengenai kematian Firman.

Hal serupa terjadi pada Kepala Dinkes P2KB Sumenep, dr. Elliya Fardasah, yang sebelumnya menyatakan perlu memastikan informasi kepada jajarannya sebelum memberikan komentar lebih jauh.

Saat kembali dihubungi, Elliya belum merespons permintaan konfirmasi. Wartawan yang mendatangi kantor Dinkes P2KB pada Senin (19/10/2026) juga mendapat informasi dari petugas resepsionis bahwa ia sedang berada di luar kota bersama keluarganya.

BACA JUGA  Kapal BBM Terkendala, Pasokan ke SPBU Bali Tersendat

Di pihak rumah sakit, upaya meminta keterangan langsung kepada manajemen pada hari yang sama juga belum membuahkan hasil. Petugas keamanan BHC, Moh. Fauroq, menyampaikan bahwa jajaran manajemen sedang berada di Surabaya setelah dipanggil MH Said Abdullah.

Belum ada penjelasan resmi mengenai agenda pemanggilan tersebut maupun kaitannya dengan kasus kematian Firman. MH Said Abdullah juga belum memberikan keterangan mengenai hal itu.

Keluarga Belum Mendapat Jawaban Utuh

Firman meninggal dunia pada Selasa (13/10/2026), sehari setelah menjalani perawatan di BHC Sumenep karena keluhan penyakit lambung. Kepergiannya menyisakan pertanyaan dari keluarga mengenai proses pelayanan medis yang diterimanya.

Perwakilan keluarga berinisial Y sebelumnya menyampaikan bahwa pihak BHC telah mendatangi rumah duka di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, pada Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan itu, rumah sakit menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf.

BACA JUGA  Korban Arisan Meow Lapor Polisi, Transfer Rp2,7 Miliar Dipertanyakan

Namun, keluarga mengaku belum menerima hasil pemeriksaan internal yang dapat menjelaskan secara utuh penanganan Firman.

“Mereka belum bisa menjawab. Kata mereka investigasinya belum selesai,” kata Y.

Keluarga juga mempertanyakan kemungkinan adanya kekeliruan dalam penanganan medis serta langkah yang akan ditempuh apabila investigasi menemukan kesalahan.

Menurut Y, pihak rumah sakit menyatakan persoalan tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sampai berita ini dinaikkan, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan adanya kesalahan medis dalam penanganan Firman. Penyebab kematiannya juga belum dijelaskan secara medis kepada publik.

Rencana pemanggilan oleh Komisi IV DPRD Sumenep diharapkan menjadi ruang bagi rumah sakit dan Dinkes P2KB untuk menyampaikan keterangan, sekaligus menjelaskan perkembangan penanganan kasus tersebut kepada keluarga dan masyarakat.

barubaruini.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Direktur BHC Sumenep, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, MH Said Abdullah, serta pihak lain yang berkaitan dengan kasus ini demi menjaga pemberitaan tetap berimbang dan berbasis fakta. (ef/mh)

Penulis : Tony F

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karangan Bunga untuk Bupati Klaten Tersangka OTT KPK, Warga Mengaku Terkejut
MH Said Abdullah Panggil Manajemen RS BHC, Kematian Pasien BPJS Belum Terjawab
Dinkes P2KB Sumenep Belum Buka Hasil Tindak Lanjut Kasus Pasien BPJS Meninggal di RS BHC
Pasien BPJS Meninggal di BHC Sumenep, Kapan Hasil Investigasi Dibuka?
Ribuan Warga Hadiri JJS Politik Sumenep, Mayoritas Anggota DPRD Absen
IPNU Sumenep Desak Pengawasan Kades Diperketat Usai Dua Pejabat Desa Ditangkap
Menakar Beban Moral MH Said Abdullah dalam Kasus Kematian Pasien BHC Sumenep
BHC Sumenep Berlindung di Balik SOP, Zamrud Khan Ragukan Objektivitas Investigasi Internal RS

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Nyawa Pasien Hilang, Penjelasan Direktur RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ikut Hilang

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:42 WIB

MH Said Abdullah Panggil Manajemen RS BHC, Kematian Pasien BPJS Belum Terjawab

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Belum Buka Hasil Tindak Lanjut Kasus Pasien BPJS Meninggal di RS BHC

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Pasien BPJS Meninggal di BHC Sumenep, Kapan Hasil Investigasi Dibuka?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Ribuan Warga Hadiri JJS Politik Sumenep, Mayoritas Anggota DPRD Absen

Berita Terbaru

PROFIL. Helen Haines, anggota parlemen independen Australia yang mewakili daerah pemilihan Indi di Victoria. Mantan perawat dan peneliti kesehatan masyarakat ini dikenal memperjuangkan integritas politik serta pembentukan lembaga antikorupsi nasional. (Istimewa/Redaksi BBI/Australia)

Internasional

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:08 WIB

PROFIL. Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut larangan jilbab dan menghormati kebebasan perempuan Muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

Pendidikan

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:33 WIB