Kapal BBM Terkendala, Pasokan ke SPBU Bali Tersendat

Jadwal bongkar muat yang mundur hingga 15,5 jam memicu gangguan distribusi. Pertamina menyiapkan tambahan pasokan 26.200 kiloliter untuk memulihkan kondisi.

- Penulis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MOBILITAS. Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU di Bali akibat terganggunya pasokan BBM. Petugas kepolisian lalu lintas melakukan penertiban untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar SPBU. (Istimewa/Redaksi BBI/Bali)

MOBILITAS. Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU di Bali akibat terganggunya pasokan BBM. Petugas kepolisian lalu lintas melakukan penertiban untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar SPBU. (Istimewa/Redaksi BBI/Bali)

BBI, BALI | Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali menjadi imbas tersendatnya distribusi bahan bakar minyak (BBM). Persoalan ini dipicu kendala teknis kapal pengangkut yang membuat proses bongkar muat tidak berjalan sesuai jadwal.

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan kapal pengangkut BBM mengalami hambatan saat hendak menurunkan jangkar. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap jadwal pembongkaran pasokan bahan bakar.

“Akibat kendala tersebut, jadwal bongkar muat BBM yang semula direncanakan berlangsung pukul 06.30 WITA harus mundur hingga pukul 22.00 WITA,” ujar dia dilansir barubaruini.com dari Tribun Video, Selasa (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjelasan itu disampaikan Simon seusai bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster dalam rapat koordinasi pada Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut membahas persoalan distribusi BBM yang dalam beberapa hari terakhir menyulitkan masyarakat.

BACA JUGA  Menakar Beban Moral MH Said Abdullah dalam Kasus Kematian Pasien BHC Sumenep

Gangguan pasokan sebelumnya terlihat dari antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Denpasar pada Senin malam, 12 Oktober 2026. Penumpukan kendaraan bahkan berdampak pada kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.

Situasi tersebut membuat Koster meminta penjelasan langsung dari jajaran Pertamina Patra Niaga. Pada Senin (12/10/2026), pertemuan digelar di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar.

Pembahasan difokuskan pada ketersediaan dan penyaluran Pertalite serta Pertamax, dua jenis BBM yang banyak digunakan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Pertamina Patra Niaga menyatakan pemantauan terhadap persediaan dan tingkat konsumsi terus dilakukan. Penyaluran ke SPBU juga diupayakan lebih optimal setelah kapal pengangkut berhasil bersandar.

BACA JUGA  Karhutla Mengancam Jalur Trans Kalimantan, Api Gambut Sulit Dipadamkan

Untuk mengatasi gangguan tersebut, Pertamina Patra Niaga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026.

Total muatan yang direncanakan mencapai 26.200 kiloliter (kL). Pasokan itu akan masuk melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis untuk mendukung kebutuhan bahan bakar di berbagai wilayah Bali.

Selain mendatangkan pasokan, Pertamina berupaya mengatur pengiriman dari terminal menuju SPBU berdasarkan kondisi stok dan besarnya kebutuhan di masing-masing daerah.

Langkah ini diharapkan mempercepat normalisasi distribusi. Namun, kelancaran pasokan hingga ke konsumen tetap bergantung pada proses bongkar muat kapal dan pengiriman BBM ke setiap SPBU.

Tingginya kebutuhan bahan bakar menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketersediaan BBM di Pulau Dewata.

BACA JUGA  BHC Sumenep Belum Menjawab Tanda Tanya Kematian Firman

Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi Pertalite di Bali rata-rata mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari. Besarnya kebutuhan tersebut menjadi dasar dalam menyusun perencanaan pasokan dan menentukan prioritas penyaluran.

Dengan tingkat konsumsi harian yang tinggi, keterlambatan kedatangan kapal berpotensi mengganggu kesinambungan distribusi apabila tidak segera diantisipasi.

Pertamina kini berupaya memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax sekaligus menyesuaikan penyaluran dengan kebutuhan di lapangan.

Meski tambahan pasokan telah dijadwalkan, masyarakat masih bergantung pada kelancaran distribusi dari terminal hingga SPBU.

Pemulihan antrean pun tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan BBM, tetapi juga oleh kecepatan penyalurannya ke titik-titik yang membutuhkan. (ri/mh)

Penulis : Tony F

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyawa Pasien Hilang, Penjelasan Direktur RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ikut Hilang
Karangan Bunga untuk Bupati Klaten Tersangka OTT KPK, Warga Mengaku Terkejut
MH Said Abdullah Panggil Manajemen RS BHC, Kematian Pasien BPJS Belum Terjawab
Dinkes P2KB Sumenep Belum Buka Hasil Tindak Lanjut Kasus Pasien BPJS Meninggal di RS BHC
Pasien BPJS Meninggal di BHC Sumenep, Kapan Hasil Investigasi Dibuka?
Ribuan Warga Hadiri JJS Politik Sumenep, Mayoritas Anggota DPRD Absen
IPNU Sumenep Desak Pengawasan Kades Diperketat Usai Dua Pejabat Desa Ditangkap
Menakar Beban Moral MH Said Abdullah dalam Kasus Kematian Pasien BHC Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Nyawa Pasien Hilang, Penjelasan Direktur RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ikut Hilang

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:42 WIB

MH Said Abdullah Panggil Manajemen RS BHC, Kematian Pasien BPJS Belum Terjawab

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Belum Buka Hasil Tindak Lanjut Kasus Pasien BPJS Meninggal di RS BHC

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Pasien BPJS Meninggal di BHC Sumenep, Kapan Hasil Investigasi Dibuka?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Ribuan Warga Hadiri JJS Politik Sumenep, Mayoritas Anggota DPRD Absen

Berita Terbaru

PROFIL. Helen Haines, anggota parlemen independen Australia yang mewakili daerah pemilihan Indi di Victoria. Mantan perawat dan peneliti kesehatan masyarakat ini dikenal memperjuangkan integritas politik serta pembentukan lembaga antikorupsi nasional. (Istimewa/Redaksi BBI/Australia)

Internasional

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:08 WIB

PROFIL. Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut larangan jilbab dan menghormati kebebasan perempuan Muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

Pendidikan

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:33 WIB