Sehari Setelah Janji Investigasi, RS BHC Sumenep Belum Buka Suara

Manajemen mengaku melakukan investigasi internal, tetapi hingga Kamis (15/10/2026) belum membeberkan hasilnya. Upaya konfirmasi lanjutan kepada humas rumah sakit juga belum mendapat respons.

- Penulis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANGUNAN. RS BHC Sumenep yang berlokasi di Jalan Jokotole, Lingkar Barat, Babbalan, Kecamatan Batuan, tampak dari arah depan. (Efendi/Redaksi BBI/Sumenep)

BANGUNAN. RS BHC Sumenep yang berlokasi di Jalan Jokotole, Lingkar Barat, Babbalan, Kecamatan Batuan, tampak dari arah depan. (Efendi/Redaksi BBI/Sumenep)

BBI, SUMENEP | Polemik penanganan pasien di Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum menemukan titik terang.

Setelah video cekcok antara keluarga pasien dan perawat viral di TikTok, manajemen rumah sakit hingga Kamis (15/10/2026) belum memberikan penjelasan substantif kepada publik.

Sikap tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai penanganan pasien masih menggantung. Terlebih, pihak rumah sakit sebelumnya menyatakan tengah melakukan investigasi internal atas persoalan yang menjadi sorotan warganet tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hingga berita ini ditulis, hasil investigasi belum disampaikan. Kronologi kejadian berdasarkan penelusuran manajemen, penjelasan mengenai tindakan petugas, hingga respons atas dugaan kelalaian yang disuarakan keluarga pasien masih belum terungkap secara resmi.

Upaya konfirmasi lanjutan yang dilakukan barubaruini.com pada Kamis (15/10/2026) juga belum membuahkan hasil. Manager Humas dan Marketing RS BHC Sumenep, Sandra Rahestri, belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui sambungan teleponnya.

Dengan demikian, belum ada penjelasan terbaru dari pihak rumah sakit untuk menjawab persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Botok Tempuh Sumpah Pocong setelah Tuduhan Suap Hakim Rp 1 Miliar Tak Terbukti

Sebelumnya, Sandra menyampaikan bahwa manajemen belum dapat memberikan keterangan karena masih melakukan investigasi internal.

“Terkait berita yang sedang beredar, kami dari manajemen belum bisa menyampaikan penjelasan terkait hal ini. Agenda kami pagi ini masih dilakukan investigasi secara internal,” kata Sandra saat dikonfirmasi pada Rabu (14/10/2026).

Ia juga menyebut manajemen berencana menjalin komunikasi dengan keluarga pasien setelah proses penelusuran internal selesai.

“Insyaallah bila semua sudah kami investigasi, kami akan melakukan pendekatan dan komunikasi dengan pihak keluarga yang berduka,” ujarnya.

Akan tetapi, sampai sehari setelah pernyataan tersebut disampaikan, manajemen belum mengumumkan perkembangan investigasi maupun memastikan kapan hasilnya dapat diketahui publik.

Kasus ini mencuat setelah video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik yang diunggah akun TikTok @patah.tpi.kuat (SaAeLau) beredar luas. Rekaman tersebut memperlihatkan adu argumen antara seorang pria yang mengaku sebagai keluarga pasien dan seorang perawat RS BHC Sumenep.

BACA JUGA  MH Said Abdullah Panggil Manajemen RS BHC, Kematian Pasien BPJS Belum Terjawab

Dalam video itu, keluarga pasien mempertanyakan tindakan petugas ketika pasien disebut mengalami muntah-muntah dalam kondisi infus dimatikan.

“Mbak dengan kondisi pasien muntah-muntah, infus dimatikan, lali mbak tinggalkan?,” tanya pria tersebut dalam rekaman.

Pria itu juga mendesak perawat menjelaskan alasan pasien disebut ditinggalkan dalam kondisi tersebut.

Sementara itu, perawat yang terekam dalam video menjelaskan urutan pemberian obat kepada pasien. Ia menyebut obat untuk mengatasi muntah diberikan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan obat pereda nyeri perut.

“Setiap saya ngasih obat, saya bilang kepada pasiennya, ini untuk penghilang muntahnya. Sementara obat penghilang nyerinya saya masukkan terakhir,” kata perawat tersebut.

Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun turut melontarkan dugaan kelalaian terhadap petugas rumah sakit. Namun, tudingan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya tanpa pemeriksaan menyeluruh terhadap kronologi dan tindakan medis yang dilakukan.

BACA JUGA  Pengakuan JA Mengarah ke Pria 49 Tahun, Polisi Sita 2,14 Gram Sabu di Sumenep

Belum adanya penjelasan lanjutan dari manajemen membuat persoalan ini menyisakan sejumlah pertanyaan.

Investigasi internal yang sebelumnya disebut sedang berlangsung semestinya menjadi dasar bagi rumah sakit untuk memberikan penjelasan yang terukur mengenai kejadian tersebut.

Keterbukaan informasi diperlukan agar publik tidak hanya bergantung pada potongan video yang beredar di media sosial. Penjelasan resmi juga penting untuk memberikan ruang bagi seluruh pihak, termasuk keluarga pasien dan tenaga medis, agar persoalan dapat ditelusuri secara berimbang.

Hingga Kamis (15/10/2026), barubaruini.com belum memperoleh keterangan lanjutan dari Sandra Rahestri maupun hasil investigasi resmi RS BHC Sumenep.

Sikap belum memberikan respons tersebut membuat dugaan yang disampaikan keluarga pasien belum memperoleh jawaban dari pihak rumah sakit. Ada atau tidaknya pelanggaran prosedur medis pun belum dapat disimpulkan.

Redaksi tetap membuka ruang bagi RS BHC Sumenep untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan hasil penelusuran agar pemberitaan ini dapat diperbarui secara berimbang. (ef/mh)

Penulis : Hasan Lintang

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyawa Pasien Hilang, Penjelasan Direktur RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ikut Hilang
Karangan Bunga untuk Bupati Klaten Tersangka OTT KPK, Warga Mengaku Terkejut
MH Said Abdullah Panggil Manajemen RS BHC, Kematian Pasien BPJS Belum Terjawab
Dinkes P2KB Sumenep Belum Buka Hasil Tindak Lanjut Kasus Pasien BPJS Meninggal di RS BHC
Pasien BPJS Meninggal di BHC Sumenep, Kapan Hasil Investigasi Dibuka?
Ribuan Warga Hadiri JJS Politik Sumenep, Mayoritas Anggota DPRD Absen
IPNU Sumenep Desak Pengawasan Kades Diperketat Usai Dua Pejabat Desa Ditangkap
Menakar Beban Moral MH Said Abdullah dalam Kasus Kematian Pasien BHC Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Nyawa Pasien Hilang, Penjelasan Direktur RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Ikut Hilang

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:42 WIB

MH Said Abdullah Panggil Manajemen RS BHC, Kematian Pasien BPJS Belum Terjawab

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Belum Buka Hasil Tindak Lanjut Kasus Pasien BPJS Meninggal di RS BHC

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Pasien BPJS Meninggal di BHC Sumenep, Kapan Hasil Investigasi Dibuka?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Ribuan Warga Hadiri JJS Politik Sumenep, Mayoritas Anggota DPRD Absen

Berita Terbaru

PROFIL. Helen Haines, anggota parlemen independen Australia yang mewakili daerah pemilihan Indi di Victoria. Mantan perawat dan peneliti kesehatan masyarakat ini dikenal memperjuangkan integritas politik serta pembentukan lembaga antikorupsi nasional. (Istimewa/Redaksi BBI/Australia)

Internasional

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:08 WIB

PROFIL. Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut larangan jilbab dan menghormati kebebasan perempuan Muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

Pendidikan

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:33 WIB