Guru di Pulau Pagerungan Didorong Berinovasi, SKK Migas-KEI Gelar Pelatihan

Pelatihan di Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil menyasar penguatan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital sesuai kondisi wilayah kepulauan.

- Penulis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KEGIATAN. Seminar pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi guru yang digelar SKK Migas-KEI bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag Sumenep di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, untuk mendorong inovasi pembelajaran di wilayah kepulauan. (Istimewa/Redaksi BBI/Sumenep)

KEGIATAN. Seminar pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi guru yang digelar SKK Migas-KEI bersama Dinas Pendidikan dan Kemenag Sumenep di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, untuk mendorong inovasi pembelajaran di wilayah kepulauan. (Istimewa/Redaksi BBI/Sumenep)

BBI, SUMENEP | Keterbatasan geografis menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di wilayah kepulauan. Untuk menjawab persoalan tersebut, SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) menggandeng Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar seminar pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi guru di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken.

Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik, terutama dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital.

Kegiatan yang melibatkan kepala sekolah dan guru dari Pagerungan Besar serta Pagerungan Kecil itu juga menjadi wadah bertukar pengalaman dalam menghadapi persoalan pendidikan di kawasan kepulauan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vice President Kangean Energy Indonesia, Iman Santoso, mengatakan pengembangan pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada penyampaian materi pelajaran. Pembentukan karakter dan penanaman nilai moral juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.

“Kami ikut merasakan, bahwa melalui pendidikan, kita tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman, serta menggugah motivasi untuk selalu inovatif dan kreatif dalam dunia pendidikan di kepulauan,” ujar Iman Santoso, Sabtu (17/10).

BACA JUGA  Martadi Soroti Orang Tua yang Terlalu Melindungi Anak

Menurut dia, guru di wilayah kepulauan membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan beragam kondisi, mulai dari letak geografis, keterjangkauan sumber belajar, hingga perkembangan teknologi yang terus berubah.

Atas dasar itu, SKK Migas-KEI menghadirkan program GEMILANG atau Gerakan Meningkatkan Ilmu dan Keterampilan Guru. Program tersebut dikemas dalam seminar dan pelatihan untuk membuka ruang pengembangan kemampuan bagi para pendidik.

Iman berharap, kegiatan tersebut menghasilkan lebih dari sekadar pertukaran gagasan. Materi dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa di masing-masing wilayah.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan memperkuat kapasitas para pendidik. Lebih dari itu, semoga kegiatan ini melahirkan pemikiran dan langkah nyata yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di wilayah kepulauan,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan pendidikan merupakan bagian dari kepedulian terhadap pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasional SKK Migas–KEI, khususnya di Kepulauan Sapeken dan sekitarnya.

Iman juga mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan dan Kemenag Sumenep serta Prof. Dr. H. Mohammad Ali Al Humaidy, tenaga ahli Bupati Sumenep bidang pendidikan. Ia berharap kerja sama tersebut berkembang menjadi komitmen berkelanjutan untuk memajukan pendidikan di kawasan kepulauan.

BACA JUGA  Guru Kepulauan Sumenep Dilatih Susun Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal

“Terima kasih kepada Kepala Disdik dan Kepala Kemenag Sumenep, serta Prof Ali selaku tenaga Ahli Bupati Sumenep bidang pendidikan, semoga kolaborasi ini bukan semata-mata sebagai agenda seminar, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan kepedulian kita terhadap masa depan pendidikan di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sumenep, KH. Abdul Wasid, mengingatkan bahwa keterbatasan fasilitas tidak semestinya membatasi kreativitas guru dalam menyelenggarakan pembelajaran.

Ia menilai, digitalisasi dapat dimanfaatkan untuk memperluas sumber pengetahuan, menghadirkan variasi metode mengajar, serta mengembangkan keterampilan peserta didik. Meski demikian, penerapan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi sekolah dan lingkungan setempat.

“Namun, penerapannya perlu mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Pemanfaatan teknologi harus disesuaikan dengan ketersediaan sarana, akses internet, serta karakteristik lingkungan belajar,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Moh. Iksan, turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar guru memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kompetensi dan memperbarui pendekatan pembelajaran.

“Melalui kegiatan ini, para kepala sekolah dan guru di Pagerungan Besar serta Pagerungan Kecil diharapkan memperoleh wawasan baru, menemukan gagasan inovatif, serta membangun semangat baru dalam menjalankan pengabdian,” kata Moh. Iksan.

BACA JUGA  Sampah Bambu Disulap Jadi Instalasi Seni Bawah Laut di Pulau Panggang

Dukungan serupa disampaikan Prof. Dr. H. Mohammad Ali Al Humaidy. Tenaga ahli Bupati Sumenep bidang pendidikan itu menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru untuk mendorong perkembangan pengetahuan, karakter, dan keterampilan siswa agar mampu mengikuti perubahan zaman.

“Pada akhirnya, kemajuan pendidikan di wilayah kepulauan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, keberanian berinovasi, dan kemampuan membangun kolaborasi,” tuturnya.

Ali menilai, seminar tersebut juga memberikan kesempatan bagi para pendidik untuk memperluas jaringan dan memperkaya perspektif mengenai konsep pendidikan yang berkemajuan.

“Kegiatan ini sangat baik bagi saya, maka perhatian dan kepulauan SKK Migas-KEI ini harus kita gunakan dengan baik untuk memperkaya relasi dan gagasan tentang pendidikan,” tukasnya.

Seminar yang diikuti kepala sekolah tingkat SD, SMP, SMA atau sederajat, guru, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa dari Pagerungan Besar dan Pagerungan Kecil itu diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antarpelaku pendidikan sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kepulauan. (ef/mh)

Penulis : Hasan Lintang

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab
Guru Kepulauan Sumenep Dilatih Susun Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal
Martadi Soroti Orang Tua yang Terlalu Melindungi Anak
Pendidikan Gratis hingga Kuliah Belum Final, Pemerintah Bereskan Aturan dan Data Penerima
Riau Cairkan Bansos Pendidikan untuk 1.138 Mahasiswa, Anggaran Rp6,7 Miliar
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Guru di Pulau Pagerungan Didorong Berinovasi, SKK Migas-KEI Gelar Pelatihan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Guru Kepulauan Sumenep Dilatih Susun Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Martadi Soroti Orang Tua yang Terlalu Melindungi Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Pendidikan Gratis hingga Kuliah Belum Final, Pemerintah Bereskan Aturan dan Data Penerima

Berita Terbaru

PROFIL. Helen Haines, anggota parlemen independen Australia yang mewakili daerah pemilihan Indi di Victoria. Mantan perawat dan peneliti kesehatan masyarakat ini dikenal memperjuangkan integritas politik serta pembentukan lembaga antikorupsi nasional. (Istimewa/Redaksi BBI/Australia)

Internasional

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:08 WIB

PROFIL. Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut larangan jilbab dan menghormati kebebasan perempuan Muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

Pendidikan

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:33 WIB