Kapal Kontainer Singapura Tenggelam di Selat Hormuz, 21 Awak Selamat

Kapal GFS Pride terbakar lalu tenggelam setelah menghantam ranjau di Selat Hormuz. Sebanyak 21 awak berhasil dievakuasi tanpa korban luka, di tengah meningkatnya ancaman terhadap pelayaran komersial di kawasan konflik.

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KEADAAN. Selat Hormuz menjadi jalur pelayaran strategis yang kembali dilanda ketegangan di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (Istimewa/Redaksi BBI/Internasional)

KEADAAN. Selat Hormuz menjadi jalur pelayaran strategis yang kembali dilanda ketegangan di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (Istimewa/Redaksi BBI/Internasional)

BBI, INTERNASIONAL | Ketegangan di Selat Hormuz kembali mengancam keselamatan pelayaran internasional. Kapal kontainer GFS Pride berbendera Singapura dilaporkan terbakar hingga akhirnya tenggelam setelah menghantam ranjau di perairan strategis tersebut.

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan kapal itu mengalami insiden ketika melintasi jalur yang mereka anggap tidak sah. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu dan dikutip AFP, Kamis (15/10/2026).

“Sebuah kapal kontainer yang mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur pelayaran yang tidak sah dan berbahaya, menabrak ranjau yang kemudian meledak,” ungkap angkatan laut Garda Revolusi, Kamis (15/10) petang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekaman yang dirilis memperlihatkan asap hitam mengepul dari kapal. Sejumlah kontainer juga terlihat terlepas dari badan kapal dan mengapung di permukaan laut setelah insiden tersebut.

Di balik tenggelamnya kapal itu, terdapat kabar yang melegakan. Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) memastikan seluruh awak berhasil menyelamatkan diri.

BACA JUGA  The Trump Administration's Legacy in World Politics: An Assessment

“GFS Pride mengalami kerusakan dan kebakaran di atas kapal, yang kemudian menyebabkan kapal tersebut tenggelam,” bunyi pernyataan MPA.

“Seluruh 21 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Tidak ada laporan mengenai korban luka,” tambahnya.

GFS Pride diketahui memiliki kapasitas angkut 2.824 TEU, satuan yang digunakan untuk menghitung kontainer berukuran setara 20 kaki.

MPA menyampaikan keprihatinan atas serangkaian insiden yang terus membahayakan kapal-kapal komersial di kawasan tersebut. Otoritas Singapura itu menilai serangan terhadap kapal sipil tidak bisa dibenarkan.

MPA menyebut serangan tersebut tidak diprovokasi, tidak dapat dibenarkan, dan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Ancaman di Selat Hormuz tidak hanya menimpa GFS Pride. Perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard, melaporkan tiga kapal lain turut mengalami serangan pada Selasa.

Dua kapal di antaranya tetap meneruskan pelayaran setelah insiden. Sementara itu, kondisi kapal ketiga belum diketahui secara pasti.

BACA JUGA  Setelah Firman Wafat, BHC Sumenep Didesak Menjelaskan Detik-detik Terakhir Pasien

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga menerima laporan mengenai dua kapal kontainer yang terkena proyektil pada hari yang sama. Meski mengalami kerusakan ringan, kedua kapal tersebut masih dapat melanjutkan perjalanan.

Dalam laporan terpisah, UKMTO mengungkapkan adanya serangan terhadap sebuah kapal tanker dan satu kapal kontainer. Namun, lembaga tersebut tidak memberikan keterangan terperinci mengenai dampak serangan, termasuk kemungkinan kerusakan maupun korban jiwa.

Rangkaian insiden itu memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi pelayaran komersial di tengah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Selain GFS Pride, kapal berbendera Antigua dan Barbuda bernama Cape Dao juga dilaporkan tenggelam di sekitar Selat Hormuz.

Kapal tersebut tenggelam beberapa pekan setelah terkena proyektil pada 23 September. Berbeda dengan insiden GFS Pride, peristiwa yang menimpa Cape Dao menelan korban jiwa.

BACA JUGA  Asap Karhutla Selimuti IKN, Istana Garuda Nyaris Hilang dari Pandangan

Sumber maritim menyebut seorang awak kapal meninggal dunia. Awak lainnya berhasil dievakuasi tidak lama setelah serangan berlangsung.

Mengacu pada analisis data kecelakaan Organisasi Maritim Internasional (IMO), GFS Pride dan Cape Dao menjadi kapal kedua dan ketiga yang tenggelam sejak perang antara Amerika Serikat dan Iran pecah pada 28 Februari.

Konflik tersebut bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari. Sejak itu, kawasan sekitar Selat Hormuz menjadi salah satu titik rawan bagi aktivitas pelayaran internasional.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dan barang lintas negara. Gangguan keamanan di kawasan ini berpotensi menghambat arus logistik sekaligus meningkatkan risiko bagi awak kapal yang melintas.

Di tengah situasi tersebut, keselamatan pelaut sipil menjadi persoalan yang kian mendesak, terlebih ketika kapal-kapal komersial ikut terdampak rangkaian serangan di wilayah konflik. (df/mh)

Penulis : Achmad Suhalis

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja
Kerusuhan Prancis Meluas, 1.200 Orang Ditangkap
Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Satu Orang Masih Terjebak
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Kerusuhan Prancis Meluas, 1.200 Orang Ditangkap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Kapal Kontainer Singapura Tenggelam di Selat Hormuz, 21 Awak Selamat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo, Satu Orang Masih Terjebak

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Berita Terbaru

PROFIL. Helen Haines, anggota parlemen independen Australia yang mewakili daerah pemilihan Indi di Victoria. Mantan perawat dan peneliti kesehatan masyarakat ini dikenal memperjuangkan integritas politik serta pembentukan lembaga antikorupsi nasional. (Istimewa/Redaksi BBI/Australia)

Internasional

Helen Haines Ditabrak Mobil, PM Australia Duga Serangan Sengaja

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:08 WIB

PROFIL. Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, mendesak pemerintah Azerbaijan mencabut larangan jilbab dan menghormati kebebasan perempuan Muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

Pendidikan

Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab

Selasa, 20 Okt 2026 - 05:33 WIB