Bagaimana Enam Aktivis Bisa Lolos dari Pengawasan Polisi di Bundaran HI?

Keberhasilan enam aktivis Greenpeace mencapai puncak Patung Selamat Datang memunculkan pertanyaan soal pengawasan di kawasan Bundaran HI. Polisi akan menelusuri rekaman CCTV untuk mengungkap kronologi aksi tersebut.

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TUNTUTAN. Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk protes setelah berhasil memanjat Patung Selamat Datang di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan kepolisian di sekitar ikon Ibu Kota itu. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

TUNTUTAN. Aktivis Greenpeace membentangkan spanduk protes setelah berhasil memanjat Patung Selamat Datang di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan kepolisian di sekitar ikon Ibu Kota itu. (Istimewa/Redaksi BBI/Jakarta)

BBI, JAKARTA | Aksi enam aktivis Greenpeace yang berhasil mencapai puncak Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2026, menyisakan pertanyaan tentang pengawasan di salah satu titik paling ramai di Ibu Kota.

Keberhasilan mereka memanjat monumen tersebut hingga membentangkan spanduk protes menjadi perhatian, terlebih terdapat pos polisi di sekitar kawasan yang biasa digunakan untuk memantau aktivitas masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung belum membeberkan secara rinci bagaimana enam orang itu bisa mencapai bagian tertinggi patung. Ia hanya menjelaskan bahwa air mancur di Bundaran HI telah beroperasi sejak malam.

“Sejak malam dan ini adalah aktivitas yang memang air mancurnya itu hidup. Dan, ini bagian dari kegiatan di Bundaran HI yang menggunakan air mancur,” kata Reynold di lokasi kejadian, Selasa, (20/10).

Enam aktivis tersebut terdiri atas empat laki-laki dan dua perempuan. Mereka memanfaatkan area kolam air mancur untuk memanjat patung yang menjadi salah satu penanda ikonik Jakarta itu.

Namun, hingga kini belum ada keterangan terperinci mengenai bagaimana aksi tersebut berlangsung tanpa terdeteksi sebelum para aktivis mencapai puncak. Polisi berencana menelusuri rekaman kamera pengawas untuk memastikan waktu kedatangan hingga proses mereka memanjat monumen.

“Makanya di sini, pada saat melakukan hal tersebut sangat dimungkinkan mereka naik pada jam berapa itu akan dilakukan pemeriksaan dari CCTV untuk lebih lanjut,” jelas Reynold.

BACA JUGA  Setkab Rayakan HUT ke-75 Prabowo, Titip Harapan untuk Masa Depan Indonesia

Setelah keenam aktivis berada di atas patung, operasional air mancur Bundaran HI dihentikan. Para aktivis kemudian dievakuasi dari lokasi.

Petugas Unit Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya memberikan penanganan medis setelah proses evakuasi. Mereka selanjutnya dibawa ke klinik Biddokkes Polda Metro Jaya untuk memperoleh perawatan lanjutan.

“Keenam orang tersebut saat ini mendapat perawatan intensif, langsung dibawa ke klinik Biddokkes Polda Metro Jaya,” tutur Reynold.

Polisi menyatakan tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kendati demikian, kegiatan tersebut harus memperhatikan keselamatan, keamanan, ketertiban, serta aturan hukum yang berlaku.

BACA JUGA  IPNU Sumenep Desak Pengawasan Kades Diperketat Usai Dua Pejabat Desa Ditangkap

Reynold juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan lokasi ketika menyampaikan aspirasi, khususnya di kawasan yang memiliki perlindungan khusus.

Patung Selamat Datang sendiri berstatus sebagai struktur cagar budaya berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024.

“Tentu hal ini menjadi kewajiban kita bersama untuk dapat menjaga, dapat merawat tanpa mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Penelusuran CCTV diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai rangkaian aksi tersebut, termasuk bagaimana enam aktivis Greenpeace bisa memanjat patung di tengah keberadaan fasilitas pengawasan di kawasan Bundaran HI. (bi/mh)

Penulis : Tony F

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembilan Nelayan Raas Ditangkap Otoritas Australia, Pemkab Sumenep Minta Bantuan Kemenlu
Kapolri Rombak Pimpinan Dirtipideksus Bareskrim, Ade Safri Dipindah
Setkab Rayakan HUT ke-75 Prabowo, Titip Harapan untuk Masa Depan Indonesia
KPK Bongkar Dugaan Konflik Kepentingan Rp148 Miliar di BNPB, Adik Kepala Badan Terseret
PMI Sampang Madura di Libya Terancam Denda Rp110 Juta untuk Bisa Pulang
Data Bansos Kacau, Pedagang Kontrakan Dicatat Punya Aset Rp 1 Miliar
OTT KPK di BNPB, Inspektorat Turun Telusuri Dokumen Internal
Penemuan Bara Api di Bawah Tanah Ungkap Ancaman Kebakaran Gambut Kalimantan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Sembilan Nelayan Raas Ditangkap Otoritas Australia, Pemkab Sumenep Minta Bantuan Kemenlu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Bagaimana Enam Aktivis Bisa Lolos dari Pengawasan Polisi di Bundaran HI?

Selasa, 20 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Kapolri Rombak Pimpinan Dirtipideksus Bareskrim, Ade Safri Dipindah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Setkab Rayakan HUT ke-75 Prabowo, Titip Harapan untuk Masa Depan Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:44 WIB

KPK Bongkar Dugaan Konflik Kepentingan Rp148 Miliar di BNPB, Adik Kepala Badan Terseret

Berita Terbaru