Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Senggol Demonstran

Ajudan Rudy Mas’ud mengakui tindakannya terhadap peserta aksi GMNI Samarinda sebagai sikap arogan dan menyebut insiden tersebut terjadi secara spontan tanpa instruksi siapa pun.

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TANGKAPAN LAYAR. Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Asky Rizal Toding, menyampaikan permintaan maaf setelah insiden senggolan dengan peserta aksi GMNI Samarinda viral di media sosial. (Humas Gubernur Kaltim/Redaksi BBI/Kaltim)

TANGKAPAN LAYAR. Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Asky Rizal Toding, menyampaikan permintaan maaf setelah insiden senggolan dengan peserta aksi GMNI Samarinda viral di media sosial. (Humas Gubernur Kaltim/Redaksi BBI/Kaltim)

BBI, KALTIM | Asky Rizal Toding, ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah tindakannya terhadap peserta demonstrasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda menuai perhatian publik.

Asky mengakui sikapnya saat insiden di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/10) sore, sebagai tindakan arogan. Ia menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah di laman resmi Humas Gubernur Kaltim, sebagaimana dikutip barubaruini.com, Rabu (21/10).

“Secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogansi saya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyadari perbuatannya telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa maupun masyarakat. Asky juga menegaskan bahwa tindakannya bukan bagian dari instruksi pihak mana pun.

BACA JUGA  Korban Arisan Meow Lapor Polisi, Transfer Rp2,7 Miliar Dipertanyakan

“Tidak ada pembenaran atas perbuatan saya dan saya melakukan tindakan tersebut secara spontan, dan tanpa ada instruksi dari siapapun,” tuturnya.

Asky menyatakan menyesali insiden tersebut. Ia berjanji tidak mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan, dan berjanji tidak akan mengulangi kembali,” pungkasnya.

Permintaan maaf itu muncul setelah video insiden antara ajudan gubernur dan peserta aksi GMNI Samarinda beredar luas di media sosial.

BACA JUGA  Penemuan Bara Api di Bawah Tanah Ungkap Ancaman Kebakaran Gambut Kalimantan

Rekaman tersebut memperlihatkan adanya kontak fisik yang berujung pada jatuhnya ponsel seorang demonstran perempuan.

Sebelumnya, Tim Ahli Gubernur Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno, telah memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut.

Ia membenarkan adanya insiden senggolan yang melibatkan Asky ketika Rudy Mas’ud hendak menunaikan salat Magrib di Masjid Nurul Mukminin pada Senin (19/10).

Menurut Sudarno, demonstrasi GMNI berlangsung sejak sore. Namun, gubernur belum sempat menemui mahasiswa karena masih disibukkan sejumlah agenda.

Situasi kemudian berkembang ketika massa berkumpul di sekitar masjid yang menjadi lokasi pembubaran aksi. Pada waktu bersamaan, Rudy tiba untuk melaksanakan salat Magrib.

BACA JUGA  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

“Pada saat Pak Gubernur masuk, sebenarnya sudah dihadang sama teman-teman itu. Walaupun ada celetukan-celetukan kecil,” ujarnya, dikutip dari Detik, Selasa (20/10).

Sudarno menduga situasi tersebut turut memicu reaksi ajudan gubernur. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi yang memanas tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan fisik terhadap peserta demonstrasi.

“Kontak fisik yang dilakukan Aski (ajudan) itu tidak ada yang dibenarkan, enggak ada yang membenarkan,” tuturnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa tindakan terhadap demonstran tetap harus dipertanggungjawabkan, terlepas dari situasi yang melatarbelakanginya. (dn/mh)

Penulis : Galang Martin

Editor : El Farhan

Sumber Berita: barubaruini.com

Follow WhatsApp Channel barubaruini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembilan Nelayan Raas Ditangkap Otoritas Australia, Pemkab Sumenep Minta Bantuan Kemenlu
Bagaimana Enam Aktivis Bisa Lolos dari Pengawasan Polisi di Bundaran HI?
Kapolri Rombak Pimpinan Dirtipideksus Bareskrim, Ade Safri Dipindah
Setkab Rayakan HUT ke-75 Prabowo, Titip Harapan untuk Masa Depan Indonesia
KPK Bongkar Dugaan Konflik Kepentingan Rp148 Miliar di BNPB, Adik Kepala Badan Terseret
PMI Sampang Madura di Libya Terancam Denda Rp110 Juta untuk Bisa Pulang
Data Bansos Kacau, Pedagang Kontrakan Dicatat Punya Aset Rp 1 Miliar
OTT KPK di BNPB, Inspektorat Turun Telusuri Dokumen Internal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Senggol Demonstran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Sembilan Nelayan Raas Ditangkap Otoritas Australia, Pemkab Sumenep Minta Bantuan Kemenlu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Bagaimana Enam Aktivis Bisa Lolos dari Pengawasan Polisi di Bundaran HI?

Selasa, 20 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Kapolri Rombak Pimpinan Dirtipideksus Bareskrim, Ade Safri Dipindah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Setkab Rayakan HUT ke-75 Prabowo, Titip Harapan untuk Masa Depan Indonesia

Berita Terbaru

TANGKAPAN LAYAR. Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Asky Rizal Toding, menyampaikan permintaan maaf setelah insiden senggolan dengan peserta aksi GMNI Samarinda viral di media sosial. (Humas Gubernur Kaltim/Redaksi BBI/Kaltim)

Nasional

Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Senggol Demonstran

Rabu, 21 Okt 2026 - 18:03 WIB